Jakarta, 27 April 2026 – Pusat Studi Iklim dan Pengelolaan Kawasan Maritim, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (FPIK Unpad) secara resmi menyepakati kerja sama strategis dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta dalam kegiatan “Pemantauan Kualitas Lingkungan Perairan Laut dan Muara Teluk Jakarta Tahun 2026”. Kesepakatan ini ditandai dengan finalisasi Kerangka Acuan Kerja (KAK) pemantauan yang akan mencakup wilayah krusial mulai dari muara sungai hingga perairan Kepulauan Seribu.

Dinas DKI Jakarta secara rutin Pemantauan Kualitas Lingkungan Perairan Laut dan Muara Teluk Jakarta sebagai Upaya pengelolaan terhadap kompleksitas tantangan lingkungan di Teluk Jakarta yang menerima beban pencemaran dari 13 Daerah Aliran Sungai (DAS). Melalui kolaborasi ini. Tim FPIK Unpad yang terdiri dari tim ahli oseanografi, ekosistem pesisir dan lautan biologi laut, dan penginderaan jauh  bersama tim DLH DKI Jakarta akan melakukan pemantauan komprehensif pada 33 titik pantau selama dua periode musim di tahun 2026.

Wujud Nyata Dukungan Terhadap SDGs

Kolaborasi antara akademisi dan pemerintah daerah ini merupakan manifestasi nyata dari komitmen kedua belah pihak dalam mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada poin-poin berikut:

  1. SDG 14 (Ekosistem Kelautan/Life Below Water): Pemantauan ini berfokus pada pengukuran status mutu air, beban sedimen, dan keberadaan logam berat. Data yang dihasilkan akan menjadi landasan kebijakan untuk mencegah polusi laut, melindungi keanekaragaman hayati laut, serta mengelola ekosistem pesisir Jakarta secara berkelanjutan.
  2. SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak): Dengan memantau kualitas air di wilayah muara dan laut, kerja sama ini membantu memetakan dampak limbah domestik dan industri terhadap siklus air, guna memastikan ekosistem perairan tetap sehat dan tidak membahayakan kesehatan masyarakat pesisir.
  3. SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim): Analisis stratifikasi vertikal dan parameter oseanografi yang dilakukan akan membantu dalam memahami dampak perubahan iklim terhadap pola arus dan suhu permukaan laut di Teluk Jakarta.
  4. SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan/Partnership for the Goals): Kerja sama ini mencerminkan sinergi antara unsur Triple Helix (Pemerintah, Akademisi, dan Masyarakat) dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan yang lintas sektor. Penggabungan keahlian teknis Unpad dan wewenang kebijakan DLH DKI Jakarta menjadi kunci efektivitas pengelolaan kawasan maritim.

Sementara itu, perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa hasil dari pemantauan tahun 2026 ini akan menjadi instrumen vital dalam menentukan indeks Kesehatan laut DKI Jakarta,  kualitas air laut (IKAL) nasional dan membantu pemerintah dalam merancang langkah-langkah mitigasi pencemaran yang lebih tepat sasaran di ibu kota.

Kegiatan pemantauan ini dijadwalkan akan dimulai pada Mei 2026, mencakup pengambilan sampel air, sedimen, hingga analisis komunitas biota bentos dan plankton, guna memastikan laut Jakarta tetap lestari untuk generasi mendatang.

Tentang FPIK Unpad:

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran adalah institusi pendidikan tinggi terkemuka di Indonesia yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan di bidang perikanan, kelautan, dan pengelolaan sumber daya perairan berkelanjutan.

Tentang Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta:

Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta merupakan unsur pelaksana otonomi daerah yang bertanggung jawab dalam urusan pemerintahan di bidang lingkungan hidup di wilayah DKI Jakarta.

Kontak Media:

Pusat Studi Iklim dan Pengelolaan Kawasan Maritim FPIK Unpad

Mega Laksmini Syamsuddin, S.Pi., M.T., Ph.D