Dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-21 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran, Program Pascasarjana FPIK Universitas Padjadjaran bersama KOMITMEN Unpad menyelenggarakan webinar nasional bertajuk “Blue Carbon for the Future: Peran Ekosistem Pesisir dan Implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam Mitigasi Perubahan Iklim”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh lebih dari 150 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, peneliti, akademisi, praktisi bidang kelautan dan lingkungan, hingga masyarakat umum yang memiliki perhatian terhadap isu blue carbon dan perubahan iklim.

Kegiatan webinar dibuka oleh Dekan FPIK Universitas Padjadjaran, Dr. Sunarto, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Indonesia sebagai negara maritim dengan wilayah laut yang sangat luas memiliki potensi besar dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim global melalui kapasitas penyerapan karbon oleh ekosistem pesisir dan laut. Menurutnya, potensi blue carbon Indonesia perlu terus diperkuat melalui riset, kolaborasi, serta pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan.

Webinar yang dilaksanakan pada tanggal 28 April ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi dan pengalaman luas di bidangnya, yaitu Andreas A. Hutahaean, Ph.D., selaku Chair – Scientific Panel G20 CORDAP CLIP, KAUST University (Kingdom of Saudi Arabia), serta Dr. Sri Mariati selaku Vice Chairman of Blue Carbon Division pada Indonesian Carbon Trade Association.
Dalam pemaparannya, Andreas A. Hutahaean, Ph.D. menekankan pentingnya peran riset ilmiah dalam mendukung kebijakan global terkait mitigasi perubahan iklim, khususnya melalui pemanfaatan ekosistem pesisir seperti mangrove, lamun, dan terumbu karang sebagai penyerap karbon alami. Ia juga menyoroti pentingnya integrasi antara sains, teknologi, dan kebijakan dalam mengoptimalkan kontribusi blue carbon di tingkat nasional maupun internasional.
Sementara itu, Dr. Sri Mariati menjelaskan bahwa pendekatan Environmental, Social, and Governance (ESG) memiliki peran strategis dalam pengembangan blue carbon sebagai bagian dari konsep blue economy. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor dan integrasi aspek lingkungan, sosial, serta tata kelola menjadi kunci dalam memastikan pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai ekonomi dan sosial bagi masyarakat.

Kegiatan webinar ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan masyarakat mengenai peran ekosistem pesisir dan blue carbon dalam mitigasi perubahan iklim, sekaligus mendorong pemahaman terhadap penerapan prinsip ESG dalam pengelolaan sumber daya pesisir dan kelautan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap riset ekosistem pesisir serta kontribusinya dalam mendukung kebijakan perubahan iklim di tingkat nasional maupun global. Ketua Program Studi Doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan FPIK Unpad turut menyampaikan bahwa isu blue carbon merupakan bidang strategis yang perlu dikaji secara komprehensif, interdisipliner, dan multistep, mengingat kompleksitas interaksi antara aspek oseanografi, ekologi, sosial, ekonomi, hingga kebijakan lingkungan. Pendekatan lintas disiplin dinilai menjadi kunci dalam menghasilkan solusi ilmiah yang dapat mendukung pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan di masa depan.

Melalui kegiatan ini, FPIK Universitas Padjadjaran berharap dapat memperkuat kesadaran serta mendorong kolaborasi lintas sektor dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Sinergi antara akademisi, pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Kegiatan ini juga mendukung implementasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penyebarluasan pengetahuan dan edukasi ilmiah kepada masyarakat, SDG 13 (Climate Action) melalui penguatan pemahaman terkait mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir, SDG 14 (Life Below Water) melalui peningkatan kesadaran terhadap pentingnya konservasi ekosistem laut dan pesisir, SDG 15 (Life on Land) melalui keterkaitan pengelolaan ekosistem mangrove dan wilayah pesisir, serta SDG 17 (Partnerships for the Goals) melalui kolaborasi antara akademisi, organisasi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung aksi iklim berkelanjutan.

Selain itu, webinar nasional ini turut berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, khususnya dalam penguatan kolaborasi internasional, peningkatan atmosfer akademik berbasis isu global, serta pengembangan jejaring antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan sektor non-akademik. Kehadiran narasumber internasional dan praktisi nasional dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya FPIK Unpad dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, penguatan riset berkelanjutan, serta peningkatan kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap tantangan global di bidang kelautan dan perikanan.