Prof. Alex Sen Gupta dari UNSW Sydney membawa garis terdepan ilmu oseanografi dan riset iklim langsung kepada mahasiswa Universitas Padjadjaran melalui Programme Top Visiting Professor COIL 2026.

JATINANGOR — Ruang kuliah utama Gedung 2 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran terasa berbeda pada Kamis, 21 Mei 2026. Di hadapan ratusan mahasiswa yang hadir secara langsung dan terhubung daring dari berbagai penjuru Indonesia, Prof. Alex Sen Gupta — oseanografer dan ilmuwan iklim terkemuka dari The University of New South Wales (UNSW), Sydney, Australia — membuka rangkaian kuliah dua hari yang penuh makna: empat sesi intensif tentang masa depan lautan dunia dan teknologi-teknologi yang mengubah cara kita memahaminya.

Kunjungan Prof. Sen Gupta merupakan bagian inti dari program Top Visiting Professor, yang diselenggarakan dalam kerangka Collaborative Online International Learning (COIL) — Universitas Padjadjaran, sebuah inisiatif yang dinaungi oleh mata kuliah unggulan Program Studi Ilmu Kelautan FPIK Unpad: Meteorologi dan Klimatologi Laut. Program ini diampu oleh Dr.Eng.Ir. Fadli Syamsudin, M.Sc, Dr. Qurnia Wulan Sari, S.Si., M.Si., dan Mega Laksmini Syamsuddin, S.Pi., MT., Ph.D. Lebih dari sekadar pertukaran akademik, COIL dirancang untuk membangun jembatan nyata antara mahasiswa Indonesia dengan riset mutakhir yang sedang berjalan di institusi ilmu kelautan terkemuka dunia.

Partisipasi dan Antusiasme Peserta

Program ini berhasil menarik partisipasi yang luar biasa dari berbagai kalangan. Pada hari pertama, tercatat 150 peserta hadir secara langsung dan 40 peserta bergabung melalui Zoom. Pada hari kedua, jumlah kehadiran langsung meningkat signifikan menjadi 200 peserta. Peserta berasal dari lintas institusi dan program studi, mencerminkan besarnya minat terhadap topik-topik yang dibahas, antara lain:

Mahasiswa mata kuliah Meteorologi dan Klimatologi, FPIK Unpad

Mahasiswa mata kuliah Interaksi Laut Atmosfer, FPIK Unpad

Mahasiswa Program Magister Konservasi Laut, FPIK Unpad

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)

Mahasiswa dan peneliti dari Institut Teknologi Bandung (ITB)

Mahasiswa dan Dosen dari Universitas Riau (Unri)

Kegiatan ini turut dihadiri oleh pengelola FPIK, termasuk Manajer Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni, Kepala Unit Urusan Internasional, Kepala Departemen, Ketua Program Studi jenjang S1, S2, dan S3, serta para dosen di lingkungan FPIK Universitas Padjadjaran.

Empat Sesi Kuliah yang Membuka Cakrawala

Selama dua hari, Prof. Alex Sen Gupta memandu peserta melalui tema-tema paling mendesak dan penting dalam ilmu kelautan kontemporer. Sesi pertama mengulas Pemodelan Lagrangian untuk Distribusi Tuna — sebuah pendekatan komputasional canggih untuk melacak dan memprediksi pergerakan populasi tuna di hamparan laut yang luas, dengan implikasi langsung bagi pengelolaan perikanan, perikanan berkelanjutan dan ketahanan pangan maritim Indonesia yang mendukung program Sustainable Development Goals (SDGs 13 dan 14).

Sesi kedua mengeksplorasi Kecerdasan Buatan dan Metode Machine Learning dalam pendidikan meteorologi, mengungkap bagaimana AI sedang mengubah cara pengajaran dan praktik pendidikan iklim secara mendasar berbasis literasi digital (SDGs 4 dan SDGs 12). Hari kedua dibuka dengan Pengantar Perubahan Iklim yang komprehensif — membangun kerangka sistematis untuk memahami mekanisme fisik dan dampak berantai dari krisis iklim global. Rangkaian kuliah ditutup dengan sesi yang dianggap paling mendesak saat ini: Marine Heatwaves (Gelombang Panas Laut) — peristiwa suhu laut ekstrem yang terus meningkat frekuensi dan intensitasnya akibat perubahan iklim, mengancam terumbu karang, keanekaragaman hayati laut, perikanan pesisir, dan penghidupan jutaan orang.

Lomba Poster Ilmiah: Dinilai Langsung oleh Prof. Sen Gupta

Sebagai bagian dari mata kuliah Meteorologi dan Klimatologi Laut, program ini juga menyelenggarakan Lomba Poster Ilmiah yang diikuti oleh mahasiswa peserta mata kuliah tersebut. Keistimewaan lomba ini terletak pada kesempatan langka yang diperoleh mahasiswa: poster-poster mereka dinilai secara langsung oleh Prof. Alex Sen Gupta. Proses penilaian berlangsung interaktif dan memberi pengalaman nyata tentang standar komunikasi ilmiah internasional, sekaligus menjadi stimulus bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas dan kualitas karya ilmiah mereka.

Research Sharing dan Inisiasi Kerja Sama dengan UNSW

Tidak hanya menghadirkan sesi perkuliahan, program ini juga diperkaya dengan kegiatan Research Sharing yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Iklim dan Pengelolaan Kawasan Maritim FPIK. Kegiatan tersebut mempertemukan Prof. Sen Gupta dengan para dosen dan peneliti FPIK Unpad dalam forum akademik yang membahas perkembangan riset terkini di bidang oseanografi, meteorologi laut dan perubahan iklim. Lebih dari sekadar pertukaran pengetahuan, sesi ini menjadi momentum awal lahirnya inisiasi kerja sama riset antara Universitas Padjadjaran dan UNSW Sydney — sebuah langkah konkret menuju kemitraan akademik jangka panjang yang diharapkan dapat menghasilkan riset bersama, program pertukaran peneliti, hingga pengembangan peluang pendanaan riset internasional.

“Indonesia, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, berada di garis terdepan dampak perubahan iklim terhadap lautan. Saya berharap kuliah-kuliah ini tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga rasa urgensi — untuk bertindak, meneliti, dan berkolaborasi lintas batas demi lautan kita bersama.”

— Prof. Alex Sen Gupta, UNSW Sydney, Australia

Konteks dan Signifikansi

Bagi banyak mahasiswa yang hadir, pengalaman ini merupakan momen langka dan bersejarah dalam perjalanan akademik mereka. Kesempatan untuk berdialog langsung dengan ilmuwan yang karyanya dipublikasikan di jurnal-jurnal paling bergengsi di dunia tidak bisa dianggap sepele. Format hibrida yang digunakan lebih jauh memperluas jangkauan program ini, memungkinkan peserta dari berbagai institusi di Indonesia untuk mengikuti sesi yang sama tanpa hambatan geografis.

Program COIL mencerminkan strategi besar FPIK Unpad untuk mengintegrasikan perspektif internasional ke dalam kurikulum formal — bukan sebagai tambahan, melainkan sebagai dimensi integral dari cara ilmu kelautan diajarkan dan dipraktikkan di universitas ini. Dengan menyambut Prof. Sen Gupta dalam struktur mata kuliah aktif, FPIK Unpad sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran bagi mahasiswanya dan meletakkan fondasi bagi kolaborasi riset berkelanjutan antara Universitas Padjadjaran dan UNSW.

“Kolaborasi semacam ini adalah investasi nyata dalam membangun generasi ilmuwan kelautan Indonesia yang kompeten secara global. Paparan langsung terhadap riset kelas dunia secara fundamental mengubah cara berpikir mahasiswa — dan apa yang mereka yakini bisa mereka capai.”

— Perwakilan Fakultas, FPIK Universitas Padjadjaran

Terlaksananya program ini menegaskan kembali bahwa komitmen Universitas Padjadjaran terhadap keunggulan akademik tidak mengenal batas geografis. Di saat urgensi krisis iklim tidak pernah lebih besar dari sekarang, investasi dalam pendidikan sains yang ketat dan terhubung secara internasional bukanlah kemewahan — melainkan sebuah keniscayaan. Program ini terlaksana sebagai bagian dari Program EQUITY-WCU 2025 Universitas Padjadjaran, Kemdiktisaintek dan LPDP. 

INFORMASI MEDIA

Kontak: Umar  ·  +62 821-2193-2477

Mata Kuliah Meteorologi dan Klimatologi Laut

FPIK, Universitas Padjadjaran, Jatinangor

— ### —

Top Visiting Professor COIL 2026

Universitas Padjadjaran