Dilansir dari statistik data Kementerian Kelautan dan Perikanan (2022) , produksi ikan gabus di Indonesia mencapai 66.278 ton dengan nilai Rp2,82 triliun pada tahun 2022. Jumlahnya turun 15,98% dibandingkan setahun sebelumnya yang mencapai 78.887 ton senilai Rp3,16 triliun. Produksi ikan gabus yang semakin menurun ini menjadi masalah yang dikhawatirkan dapat merusak ekologi dan populasi ikan gabus. Lambatnya pertumbuhan yang dimiliki ikan gabus serta proses domestikasi yang cukup rumit, membuat masyarakat kurang berminat untuk membudidayakan ikan gabus.

Mahasiswa Program Kreativitas Mahasiswa Riset-Eksakta FPIK Unpad melakukan inovasi terkait pertumbuhan ikan gabus, menggunakan metode pemijahan buatan. Pada umumnya pelaku budidaya ikan gabus di Indonesia menggunakan metode alami dan semi buatan dalam memijahkan ikan gabus. Teknik pemijahan buatan pada salah satu jenis ikan genus channa ini menjadi suatu temuan baru, mengingat belum ditemukannya hasil penelitian yang menyatakan bahwa ikan gabus dapat dipijahkan secara buatan.

Tim PKM-RE striataxmicropeltes ini diketuai oleh Muhamad Guntur Masyal (Perikanan 2022), dengan ke-4 anggota, Muhamad Rheno Arifat (Perikanan 2022), Firli Aulia Rohmah (Perikanan 2023), Bagus Susilo (Perikanan 2021), dan Putri Berlianita Sudarto (Perikanan 2022) di bawah bimbingan Irfan Zidni S.Pi., MP. Ph.D selaku dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kawasan Perikanan Darat Ciparanje, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran selama 3 bulan, yaitu bulan Mei hingga Juli 2024.

Riset ini membuktikan bahwa ikan gabus (Channa stiata) dapat dipijahkan dengan metode buatan. Prosedur pertama pemijahan buatan dalam penelitian ini adalah seleksi indukan yang telah matang gonad. Setelah itu di injeksi dengan hormon gonadotropin sintetik (ovapim) dengan dosis 0,4 ml/kg untuk indukan jantan dan 0,6 ml/kg untuk indukan betina dengan pengenceran 1:1  menggunakan NaCl Fisiologis guna mempercepat ovulasi pada indukan ikan. Pemijahan ikan dilakukan setelah 12 jam penyuntikan hormon, pengeluaran telur dilakukan dengan metode stripping, dan pengeluaran sperma dilakukan dengan pembedahan gonad.Telur-telur yang telah difertilisasi dengan sperma dibilas dengan air bersih dan dimasukkan ke akuarium dengan kisaran suhu 28-30℃. Selama penelitian dilakukan, pihak dari pengelola Laboratorium Ciparanje sangat terbuka dalam memberikan fasilitas dan bantuan kepada Tim PKM-RE. “Teknik pemijahan buatan sangat sulit dilakukan dan tidak bisa untuk semua spesies ikan, harapannya dengan ada inovasi terbaru ini dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional. Dengan teknik pemijahan buatan yang lebih efisien, kami optimis produksi ikan gabus akan meningkat, membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat”.