BANDUNG, 15 Juli 2026 – Universitas Padjadjaran (Unpad) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat jejaring akademik internasional melalui partisipasi dosen dan mahasiswa pada Summer Course Highlands to Ocean (H2O) 2026. Program bertema “The Role of Nature-Based Solutions in Supporting a Sustainable Blue Economy from Highland to Ocean” ini berlangsung pada 5–14 Juli 2026 dan menjadi wadah kolaborasi lintas negara dalam membahas pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.

Summer Course H2O 2026 merupakan bagian dari EU-ASEAN SCOPE-HE Sustainable Blue Economy (STABLE) Project yang didanai oleh Uni Eropa dan ASEAN melalui Global Gateway Strategy serta dikelola oleh Nuffic dan DAAD. Program ini diikuti oleh 66 peserta dari 19 negara dengan dukungan 23 mitra dan pemangku kepentingan internasional. Selain IPB University sebagai tuan rumah, peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga riset, di antaranya ZMT Bremen, Carl-von-Ossietzky University Oldenburg, University of Groningen, Universiti Malaysia Terengganu, Universitas Borneo Tarakan, dan Universitas Musamus.

Keikutsertaan Unpad menjadi bagian dari upaya institusi dalam memperluas kolaborasi internasional sekaligus meningkatkan kapasitas sivitas akademika dalam memahami penerapan Sustainable Blue Economy melalui pendekatan nature-based solutions. Delegasi Unpad terdiri atas Windi Damayanti, S.Pi., M.Sc., dosen Program Studi Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), serta Alya Syafitri, mahasiswa Program Studi Perikanan.

Alya Syafitri (berkemeja putih) berpartisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove di Kawasan Silvofishery Berkelanjutan Demak

Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta mengikuti kuliah, diskusi, dan observasi lapangan yang menghubungkan konsep akademik dengan praktik di lapangan. Materi disampaikan oleh pakar internasional, akademisi, praktisi, serta perwakilan pemerintah, di antaranya Prof. Dr. Raimund Bleischwitz, Prof. Luky Adrianto, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), dan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Pembahasan mencakup konsep dan kebijakan Blue Economy, pengelolaan ruang laut, hingga penerapan nature-based solutions. Selain itu, peserta melakukan kunjungan lapangan ke Waduk Cirata, Kabupaten Cianjur, Kota Bandung, Kota Semarang, Kabupaten Demak, dan Pulau Tidung untuk mempelajari implementasi Blue Economy dan pengelolaan ekosistem pesisir secara langsung. 

Pengalaman tersebut turut dirasakan oleh Alya Syafitri, mahasiswa Program Studi Perikanan Universitas Padjadjaran yang menjadi salah satu delegasi dalam program tersebut.

“Summer Course H2O 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya. Selain belajar langsung dari para ahli, saya juga mendapat kesempatan berdiskusi dan bertukar pengalaman dengan peserta dari berbagai negara. Pengalaman ini semakin memotivasi saya untuk berkontribusi dalam pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan,” ujar Alya.

Sementara itu, Windi Damayanti, S.Pi., M.Sc., menyampaikan bahwa program ini tidak hanya memperluas wawasan peserta, tetapi juga memperkuat jejaring kolaborasi internasional.

“Program ini juga memperkuat komitmen bersama untuk melanjutkan kolaborasi dalam kerangka EU-ASEAN STABLE Project. Kami berharap jejaring yang telah dibangun dapat berkembang menjadi berbagai kerja sama di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat antara institusi di kawasan ASEAN dan Eropa,” ujar Windi.

Windi Damayanti (berhijab), bersama perwakilan institusi mitra pada sesi diskusi penguatan kolaborasi EU-ASEAN STABLE Project

Melalui partisipasi dalam Summer Course H2O 2026, Unpad berharap dapat semakin memperkuat jejaring kerja sama internasional, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Keikutsertaan ini juga menjadi bagian dari komitmen Unpad dalam mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi guna mewujudkan pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.