Latar Belakang

Wilayah Indonesia memiliki beragam keanekaragaman hayati yang saat ini telah mengalami degradasi baik secara kuantitas maupun kualitas akibat kekurangpahaman masyarakat terhadap pentingnya keanekaragaman hayati serta desakan terhadap kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi. Hal ini memperkuat perlunya harmonisasi antara pemahaman serta pemenuhan kebutuhan ekonomi dalam menjaga keseimbangan keanekaragaman hayati. Salah satu keanekaragaman hayati yang saat ini telah mengalami degradasi banyak ditemukan di wilayah perairan terutama di Indonesia, di mana kondisi sosial ekonomi masyarakatnya masih berbeda cukup jauh dari masyarakat lainnya. Melihat situasi tersebut, berbagai kawasan perlu dan telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi, dan memerlukan pengelolaan yang komprehensif, inklusif, dan partisipatif. Kawasan konservasi perairan adalah bagian wilayah perairan yang mempunyai ciri khas tertentu sebagai satu kesatuan ekosistem yang dilindungi, dilestarikan dan atau dimanfaatkan secara berkelanjutan untuk mewujudkan pengelolaan wilayah pesisir laut secara berkelanjutan. Prinsip dalam pengelolaan kawasan konservasi adalah harus bersifat adaptif, berkelanjutan, menggunakan pemanfaatan ekosistem, bermanfaat ganda dan dikelola secara bersama.

Universitas Padjadjaran khususnya Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan menyadari potensi terhadap kawasan konservasi dan wilayah pesisir dan keberlanjutan pengelolaan wilayah maritime Indonesia. Kesadaran dan potensi ini dipaduserasikan dengan ketersediaan sumberdaya manusia yang memiliki keahlian dan pengalaman pada bidang tersebut sehingga mendirikan Pusat Studi Konservasi dan Pengelolaan Kawasan Maritim (PSKPKM). PSKPKM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad sebagai salah satu Unit Pelaksana Kegiatan Tridharma (UPKT) merupakan bagian dari proses analisa portofolio UPKT Unpad dalam rangka transisi dan persiapan menuju implementasi otonomi Unpad. PSKPKM Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad dapat mendukung pengembangan sumberdaya manusia maritim Indonesia serta merubah pola pikir masyarakat Indonesia dari budaya kontinental kembali ke bahari.

Tujuan

Tujuan pendirian Pusat Studi Iklim dan Pengelolaan Kawasan Maritim Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran adalah:

  1. Menopang visi dan misi Universitas Padjadjaran dalam mengembangkan perannya untuk mengkaji kebijakan, strategi, dan program perubahan iklim serta pengelolaan kawasan maritim yang optimal dan berkelanjutan.
  2. Mengembangkan pusat kajian yang memahami dampak perubahan iklim terhadap ekosistem pesisir serta memberikan rekomendasi pengelolaan kawasan maritim yang berkelanjutan, inklusif, dan partisipatif.
  3. Mengkaji dan mengembangkan model kerja dan model bisnis untuk mendukung perancangan, pengembangan, dan implementasi kebijakan perubahan iklim dan pengelolaan kawasan maritim secara terpadu berdasarkan potensi dan sumber daya manusia di setiap daerah.

Sasaran

Pendirian pusat studi ini menargetkan empat sasaran utama, yaitu:

  1. Civitas akademika FPIK Unpad sebagai bagian dari proses pembelajaran dan pelaksana penelitian, pengembangan, serta pemanfaatan kajian iklim dan pengelolaan kawasan maritim.
  2. Pemerintah daerah yang menaungi wilayah pesisir agar memiliki pemahaman terhadap perubahan iklim dan pengelolaan kawasan maritim.
  3. Mitra lembaga swasta maupun lembaga kemasyarakatan domestik dan internasional yang memiliki kegiatan di wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim dan pengelolaan kawasan maritim di Indonesia.
  4. Mitra lembaga yang memiliki kemampuan teknologi dan ilmu pengetahuan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan pusat studi ini.

Ruang Lingkup Kegiatan

Ruang lingkup kegiatan pusat studi dibagi menjadi empat kelompok utama, yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kemitraan.

Visi

“Menjadi lembaga terkemuka dalam bidang penelitian, pengkajian, perencanaan, serta pengabdian kepada masyarakat guna mewujudkan pengembangan berbasis perubahan iklim dan pengelolaan kawasan maritim yang berkelanjutan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat serta mengembangkan sumber daya manusia maritim Indonesia.”

Misi

  1. Mengembangkan akses informasi mengenai status perubahan iklim lokal dan regional bagi civitas akademika Universitas Padjadjaran.
  2. Mengembangkan potensi Pusat Studi Iklim dan Pengelolaan Kawasan Maritim Universitas Padjadjaran dalam proses pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
  3. Mendayagunakan potensi civitas akademika Universitas Padjadjaran untuk berperan aktif dalam penyediaan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi dalam pembangunan daerah dan nasional.

Peran

Pusat studi ini menjalankan empat peran utama, yaitu pendidikan, penelitian dan pengembangan, pengabdian kepada masyarakat, serta kemitraan dalam pendayagunaan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung perubahan iklim dan pengelolaan kawasan maritim.

Program Kerja

Program kerja pusat studi dibagi menjadi empat tingkatan:

1. Tingkat Universitas:

  • Berperan aktif dalam program pengembangan pendidikan Universitas Padjadjaran seperti penyediaan pustaka dan informasi terkait perubahan iklim dan kawasan maritim.
  • Penerbitan karya ilmiah dari kalangan akademisi Universitas Padjadjaran untuk jurnal internal, nasional, dan internasional.

2. Tingkat Daerah

  • Kajian sensitivitas iklim dan kawasan maritim.
  • Survei pengelolaan kawasan maritim di tingkat provinsi dan kabupaten.
  • Kerja sama kajian dan pengembangan kawasan maritim, terutama di wilayah tertinggal dan/atau perbatasan.
  • Penyusunan studi kelayakan perubahan iklim dan pengelolaan kawasan maritim.

3. Tingkat Nasional:

  • Kerja sama dengan lembaga swasta dan kemasyarakatan nasional di bidang riset perubahan iklim.
  • Kerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Desa, PDT, dan Transmigrasi, serta instansi pemerintah terkait lainnya.

4. Tingkat Internasional:

  • Kerja sama dengan lembaga dan universitas luar negeri untuk penelitian dan pengembangan program Pusat Studi Iklim dan Pengelolaan Kawasan Maritim.
  • Menjalin kemitraan dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, serta instansi pemerintah terkait lainnya.

Struktur Organisasi

Sumber daya manusia yang ada di Pusat Studi Iklim dan Pengelolaan Kawasan Maritim terdiri atas akademisi, peneliti, dan praktisi yang memiliki kepakaran dalam bidang perubahan iklim laut dan pengelolaan kawasan maritim.

DirekturMega Laksmini Syamsuddin, S.Pi., MT., Ph.D.;
SekertarisUmar Abdurrahman, S.Si., M.Si.
AnggotaProf. Dr. sc. agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si
Dr. Ir. Fadli Syamsudin, M.Sc.
Dr. Sunarto, S.Pi., M.Si.;
Dr. Eri Bachtiar, S.Si, M.Si;
Dr. Yuniarti MS, S.Pi., M.Si;
Dr. rer.nat. Santi R. Anggraeni, S.TP., M.Si;
Dr. Ankiq Taofiqurrohman, S.Si., MT;
Syawaludin Alisyahbana Harahap, S.Pi., M.Sc;
Subiyanto, S.Si., M.Sc., Ph.D;M.
Rudyansyah Ismail, S.Pi., M.Si;
Dr. Yeni Mulyani, S.Si., M.Si;
Muhamad Wahyudin Lewaru, S.Pi, M.Sc.
Noir Primadona Purba, S.Pi., M.Si;
Mochamad Untung Kurnia Agung, S.Kel., M.Si;
Sheila Zallesa, S.Kel. M.IL.;
Donny Juliandri Prihadi, S.Pi., M.Sc;
Wahyuniar Pamungkas, S.E., M.EP;
Buntora Pasaribu, S.Pi, M.Sc, Ph.D;
Dr. Agr. Sc. Neng Tanty Sofyana S.Pi, M. Eng
Dr. Qurnia Wulan Sari, S.Si;
Ismail Maqbul, S.Kel., M.Si;
Dining Nika Alina, S.Pd., M.Si;