Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran melalui Program Studi Ilmu Kelautan mengadakan Sosialisasi dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Pangandaraan bersama siswa SMK 1 Kelautan Pangandaraan.
Indonesia menjadi penghasil sampah terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok dan sebagian besar sampah tersebut berakhir di Laut. Jika tidak segera ditangani, maka pada tahun 2050, jumlah sampah di laut akan sama dengan jumlah ikannya. Untuk itu, penyelesaian terhadap sampah ini harus dilakukan dari hulu ke hilir termasuk didalamnya yang penting adalah meningkatkan kesadaran masyarakat.

Dosen FPIK sedang memaparkan tentang sampah laut di SMK 1 Pangandaraan
Sejak tahun 2011, bahwa Ilmu Kelautan UNPAD sudah melakukan penelitian tentang “sampah laut/marine debris” dan pada tahun ini, melalui PKM, melibatkan pemuda di Pangandaraan dalam aksi bersih pantai sesuai dengan kaidah dan metode ilmiah. Aksi Bersih Pantai ini dilaksanakan pada tanggal 15 Agustus 2016 di Pantai Barat Pangandaraan. Sekitar 30 siswa terlibat dalam kegiatan ini.
Dosen FPIK, Mega Laksmini, Noir P. Purba, Lintang P.S, dan Lantun Paradhita yang didampingi oleh mahasiswa (Bintang, Isnan, Reza, Shendy, dan Hilton) melaksanakan pemaparan tentang marine debris di SMKN 1 Pangandaraan, kemudian melaksanakan simulasi di sekolah tersebut dengan menggunakan form ICC Network. Kemudian, untuk meningkatkan aware terhadap sampah, maka diberikan poster dan stiker kepada siswa SMKN, instansi BBUG, masyarakat di pantai dan juga para pedagang di Pantai barat.


Gambar atas: Aksi Bersih Pantai bersama SMK 1 Pangandaraan
Gambar bawah (kiri) : Metode Ilmiah pengumpulan sampah
(kanan): Simulasi pengumpulan sampah di lingkungan sekolah
Dari hasil kegiatan aksi bersih pantai tersebut, bahwa di pantai tersebut, ditemukan paling banyak sampah puntung rokok, sedotan, dan plastik. Hal ini mengindikasikan bahwa wisatawan dan pedagang adalah yang paling berkontribusi terhadap sampah. Noir P. Purba yang juga merupakan tim ahli tentang sampah laut untuk Kementrian Koordinator Kemaritiman, menyatakan bahwa di Indonesia sendiri bahwa sampah di laut sudah pada tahap mengkhawatirkan. Saat ini sedang disusun Rencana Aksi Nasional (RAN) tentang sampah plastik laut yang melibatkan semua komponen sehingga pada tahun 2019 diharapkan pengurangannya sebesar 30 %.
Pihak sekolah SMKN 1 menyambut baik kegiatan ini, dan berharap dapat berlanjut di kemudian hari dengan melibatkan banyak peserta seperti nelayan, wisatawan, dan pedagang. Upaya ini juga diharapkan dapat menekan sampah di Pangandaraan yang diketahui sebagai daerah wisata. Dan generasi muda diharapkan menjadi pelopor “membuang sampah pada tempatnya”.
