Pentingnya menumbuhkan rasa sadar wisata pada masyarakat Desa Cimindi, tim KKN 88 Universitas Padjadjaran menggelar kegiatan temu tokoh masyarakat Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, dengan mengangkat tema “Edukasi Wisata Yang Berwawasan Lingkungan” . Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan menghadirkan berbagai kalangan masyarakat di Desa Cimindi, khususnya kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang digelar pada hari jumat 4 Agustus 2023. Sosialisasi ini dihadiri oleh tokoh masyarakat, karang taruna dari berbagai dusun sekaligus para pelaku wisata alam perairan di Desa Cimindi.

Pada acara tersebut Dr. Atikah Nurhayati.,SP.,MP, selaku Dosen Pendamping Lapangan, bersama tim yaitu Wahyuniar Pamungkas.,SE.,MEP, Nora Akbarsyah S.Pi.,M.Si , Dr. Asep Agus Handaka.,S.Pi.,M.T serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Kelompok 88, menyampaikan bahwa desa wisata harus memiliki keunikan tersendiri dari aspek bio-ekoregion atau bentang alam yang tidak dimiliki oleh daerah lainnya, disamping hal tersebut aspek sosial budaya yang menjadi ciri khas harus mampu dikemas menjadi daya tarik wisata sehingga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat setempat.

Mahasiswa KKN 88 melakukan sosialisasi edukasi wisata bersama tokoh masyarakat, pelaku usaha wisata dan karang taruna di Desa Cimindi Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran

Atikah, menuturkan bahwa pengelolaan objek wisata alam (natural resources) berdrasarkan topografi dan morfologi bentang alamnya, harus memperhatikan aspek daya dukung lingkungan. Obyek wisata seperti halnya mesin pertumbuhan ekonomi yang mampu menciptakan lapangan pekerjaan, Pendekatan geo-ekosistem dapat digunakan untuk mengetahui potensi sumberdaya alam dan daya dukung lingkungan, baik lingkungan fisik, biotik, maupun lingkungan sosial budaya yang saling berkaitan pengelolaan wisata, khususnya wisata perairan.

Pada kesempatan yang sama hadir Kepala Desa Cimindi Asep Ahyar, S.Hut., S.Pd.I, yang menyampaikan potensi Desa Cimindi yang terus berkembang, namun perlu dilakukan penataan dan edukasi masyarakat setempat untuk menarik minat wisatawan dan memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Pada acara tersebut hadir pula tokoh masyarakat Dr. Erik Krisna Yudha A.S.,S.S.,M.Si. yang memberikan informasi pengembangan desa wisata Cimindi merupakan salah satu bentuk mencari solusi untuk kesejahteraan masyarakat. Tentunya pengembangan desa wisata ini harus dibarengi oleh prinsip-prinsip yang tidak bertentangan dengan norma dan adat. Masyarakat menjadi bagian dari pilar utama yang turut mensukseskan desa.

Fokus tema kelompok dibawah naungan Atikah Nurhayati dan tim yaitu mengoptimalkan Desa Cimindi sebagai desa wisata edukasi dan konservasi di Pangandaran. Selain itu, kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari pengabdian mahasiswa kepada masyarakat Desa Cimindi. Mahasiswa melihat masyarakat desa, perlu memiliki rasa sense of belonging serta menumbuhkan rasa sadar wisata. Tidak lupa, kegiatan yang diselenggarakan di aula Desa Cimindi, turut dihadiri oleh Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), ketua BUMDES, pengrajin souvenir kerajinan bambu, pengrajin usaha mikro tahu dan tempe yang memberikan tanggapan dalam pengembangan desa wisata.

Pemaparan kedua dilanjutkan dengan pemaparan hasil analisis mengenai potensi wisata apa saja yang ditemukan oleh mahasiswa KKN selama kegiatan Kuliah Kerja Nyata berlangsung Pemaparan disampaikan oleh Sintya sebagai perwakilan dari kelompok KKN 88. Hasil analisis menunjukan bahwa yang mempunyai potensi besar untuk diminati khalayak luas yaitu atraksi wisata body rafting Ciwayang yang sungguh menguras adrenalin wisatawan. Potensi wisata yang lainnya seperti wisata edukasi konservasi pertanian, wisata kuliner kerupuk gurdil, wisata pembuatan kerajinan ukir kayu dari bambu, wisata pembuatan tahu dan tempe dan tidak ketinggalan senni badud yang sudah lama menjadi ciri khas desa Cimindi.

Ciwayang Body Rafting

Ciwayang body rafting merupakan icon Desa Cimindi yang menjadi daya tarik wisatawan untuk berkunjung dan menikmati suasana alam. Setiap potensi wisata memiliki kekuatan dan kendalanya masing-masing. Berdasarkan paparan yang disampaikan, rata-rata kendala yang dialami pelaku usaha wisata yaitu sumber daya manusia yang terbatas dalam mengelola objek wisata dan promosi yang belum konsisten dilakukan. Maka dari itu, perlu adanya tim khusus dari Pokdarwis untuk meningkatkan kapasitas tour guide sekaligus menjadi ajang promosi desa Cimindi.