Advokasi dan Pendampingan memainkan peran penting dalam pendidikan tinggi, terutama untuk mahasiswa yang belum memiliki pengalaman atau pengetahuan untuk memperjuangkan hak-hak mereka. Di Universitas Padjadjaran, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) melalui BEM KEMA FPIK menghadirkan program Advokasi dan Pendampingan sebagai solusi untuk kebutuhan ini. Program ini melindungi hak mahasiswa dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama mahasiswa di FPIK.
Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa menghadapi tantangan akademik dan non-akademik. Dalam ranah akademik, bantuan disediakan untuk pengaturan jadwal perkuliahan dan masalah administratif. Jika mahasiswa mengalami kesulitan dalam penjadwalan, tim advokasi siap membantu mencari solusi terbaik.
Selain itu, program ini juga menangani isu non-akademik, seperti pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan finansial, dan disinilah Advokasi dan Pendampingan berperan penting. Dukungan yang diberikan membantu mahasiswa menemukan solusi yang efektif, memungkinkan mereka melanjutkan pendidikan tanpa beban berlebih.
Departemen Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa bertanggung jawab menjalankan program ini, memastikan mahasiswa FPIK mendapatkan kesejahteraan yang memadai selama studi mereka. Salah satu inisiatif penting adalah FPIK Care Centre, yang menyediakan informasi akademik dan non-akademik melalui Line Official Account (OA) dan Instagram. Mahasiswa dapat mengakses informasi ini melalui akun FPIK Care Centre atau menghubungi langsung via Line OA dan Direct Message Instagram.
Ketua BEM FPIK 2023, Dwi Nurcahya Kanyputra, menyatakan, “FPIK Care Centre adalah cara kami setiap tahunnya untuk mendukung mahasiswa. Kami ingin memastikan semua mahasiswa mendapatkan bantuan dan informasi yang mereka butuhkan, agar mereka bisa sukses tanpa stres.”
FPIK Care Centre berkomitmen untuk memberikan akses yang adil kepada seluruh mahasiswa. Pada tahun 2023, FPIK Universitas Padjadjaran menerima 385 mahasiswa baru, dengan 335 di Jatinangor dan 50 di PSDKU Pangandaran. Dengan jumlah mahasiswa yang terus meningkat, peran FPIK Care Centre semakin penting. Survei menunjukkan bahwa 80% mahasiswa yang mengalami kendala merasa sangat terbantu oleh pusat layanan ini.
Program ini juga berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 10 dengan mengurangi ketimpangan, menciptakan lingkungan akademik yang lebih setara dan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap mahasiswa. Secara keseluruhan, Advokasi dan Pendampingan di FPIK Universitas Padjadjaran, bersama FPIK Care Centre, adalah contoh nyata komitmen fakultas dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa dan memastikan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung.
Penulis : Aisyah Nurhalimah
