
Jatinangor, 30 Juli 2026. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Lokakarya Evaluasi Kurikulum 2026 selama empat hari, mulai Senin (27/7) hingga Kamis (30/7), di Kampus FPIK Unpad, Jatinangor. Kegiatan ini melibatkan enam program studi di lingkungan FPIK Unpad, yaitu Perikanan, Kelautan, Perikanan Laut Tropis, Magister Perikanan, Magister Konservasi Laut, dan Doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, dengan tujuan menyelaraskan kurikulum terhadap perkembangan dunia kerja, kebutuhan pemangku kepentingan, dan standar penjaminan mutu pendidikan tinggi.
Lokakarya dibuka secara resmi oleh Ketua Senat FPIK Unpad, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan momentum strategis untuk menyesuaikan arah keilmuan perikanan dan kelautan dengan percepatan transformasi teknologi serta kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Dekan FPIK Unpad turut menyampaikan bahwa evaluasi kurikulum menjadi bagian penting dari persiapan reakreditasi program studi, sekaligus menjadi ajang mengalibrasi kembali kurikulum terhadap perkembangan zaman.

Hari Pertama: Masukan Strategis dari Dunia Industri dan Pemerintah
Pada hari pertama, lokakarya menghadirkan tujuh narasumber dari unsur pemerintah, industri, dan mitra pendidikan tinggi, yaitu Vidlia Putri Rosady (Kementerian Kelautan dan Perikanan), Rinny Cempaka (Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat), Titik Mustikasari (PT Perikanan Indonesia/Perindo), Prof. Dr. Eng. I Made Joni (Pusat Unggulan IPTEKS Functional Nano Powder Unpad), Erik Sugianto (Prodi Teknik Sistem Perkapalan, Universitas Hang Tuah), Rona Sandro (PT PAL Indonesia), dan Dr. Asep Agus Handaka Suryana (Unit Penjaminan Mutu FPIK Unpad).

Para narasumber menyoroti pentingnya penguatan kompetensi digital, kolaborasi lintas sektor, serta keterampilan komunikasi dan kewirausahaan bagi lulusan, di samping kompetensi teknis yang selama ini menjadi fondasi utama. Beberapa narasumber juga menekankan perlunya perguruan tinggi bergerak lebih cepat menyesuaikan kurikulum dengan laju perubahan kebutuhan industri, termasuk melalui skema magang yang lebih terstruktur dan kolaborasi riset jangka panjang.
Hari Kedua: Tiga Program Studi Sarjana Berdiskusi Paralel
Memasuki hari kedua, lokakarya dilaksanakan secara paralel oleh tiga program studi sarjana. Program Studi Ilmu Kelautan menghadirkan Abi Mardiono (Yayasan Konservasi Alam Nusantara) dan Firman Setiawan (CEO Geotama sekaligus Ketua Ikatan Alumni), yang menyoroti kebutuhan kompetensi kolaborasi masyarakat, digitalisasi, dan urgensi sertifikasi profesi ilmuwan kelautan. Program Studi Sarjana Perikanan menghadirkan narasumber M. Adhietya Ramadhani, yang memaparkan relevansi kompetensi lulusan terhadap kebutuhan dunia kerja, termasuk penguatan kemampuan analisis data, kebijakan, dan kewirausahaan. Adapun Program Studi Perikanan Laut Tropis menghadirkan Mahrus, Kepala Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, bersama tiga alumni praktisi yaitu Lala Maesantika, M. Rifaldi Yanuar, dan Ferry Satya, yang berbagi pengalaman kerja di sektor kepelabuhanan, pengolahan hasil perikanan, dan pendidikan vokasi.
Ketiga program studi merumuskan draf awal pembaruan profil lulusan, capaian pembelajaran, dan struktur mata kuliah masing-masing sebagai tindak lanjut dari masukan yang dihimpun.
Hari Ketiga: Program Pascasarjana Susun Arah Kurikulum Baru
Pada hari ketiga, giliran tiga program studi pascasarjana melaksanakan lokakarya secara paralel. Program Studi Magister Perikanan menghadirkan alumni Reva Anjar, yang berbagi pengalaman menerapkan ilmu perikanan di lingkungan kerja pemerintah daerah, sekaligus menjadi dasar perumusan empat mata kuliah penciri baru bagi program studi. Program Studi Magister Konservasi Laut melakukan evaluasi menyeluruh bersama tim dosen dan kelompok kepakaran, menghasilkan rancangan kurikulum baru dengan skema tiga semester yang lebih ringkas dan terarah pada luaran riset serta publikasi ilmiah mahasiswa.
Sementara itu, Program Studi Doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, sebagai program studi baru di lingkungan FPIK Unpad, menyelenggarakan lokakarya kurikulum perdananya, dipimpin langsung oleh Dekan FPIK Unpad bersama Ketua Program Studi, Noir P. Purba, Ph.D. Lokakarya ini merumuskan visi, misi, profil lulusan, serta struktur beban studi sebesar 51 SKS bagi jenjang doktoral, lengkap dengan standar publikasi dan mekanisme monitoring akademik mahasiswa.
Hasil dan Tindak Lanjut
Secara keseluruhan, rangkaian lokakarya menghasilkan sejumlah arah pembaruan kurikulum di enam program studi, mulai dari penyesuaian struktur mata kuliah, penguatan kompetensi digital dan kewirausahaan, hingga penataan skema tugas akhir dan disertasi. Selain substansi kurikulum, lokakarya turut mengidentifikasi sejumlah agenda penguatan tata kelola akademik, seperti sinkronisasi database alumni, penataan rasio bimbingan dosen wali, dan peningkatan capaian kelulusan tepat waktu.
Seluruh hasil dan rekomendasi tersebut akan dibahas dan disinkronkan pada sesi pleno hari keempat, sebelum dokumen resmi hasil Lokakarya Evaluasi Kurikulum FPIK Unpad 2026 diserahkan oleh Dekan kepada Senat Fakultas sebagai landasan penyempurnaan kurikulum di lingkungan FPIK Unpad ke depan.
