
Jatinangor — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Padjadjaran (Unpad). Tim PELITA Universitas Padjadjaran berhasil meraih predikat Winner of Desa Wisata Gunung Padang Genera-Z Berbakti BCA 2026 setelah mengungguli tim dari IPB University pada babak final. Kemenangan ini mengantarkan tim untuk mengimplementasikan program pemberdayaan masyarakat di Desa Wisata Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.
Genera-Z Berbakti BCA merupakan kompetisi inovasi sosial yang diselenggarakan oleh Bakti BCA sebagai wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan yang berkelanjutan. Pada babak final, gagasan yang diusung Tim PELITA Universitas Padjadjaran dinilai memiliki tingkat inovasi, kebermanfaatan, serta kelayakan implementasi yang tinggi oleh dewan panelis, termasuk Duta Bakti BCA, Nicholas Saputra.
Tim Universitas Padjadjaran mengusung Program “MEGA-LESTARI (Megalitik Lestari): Integrasi Circular Economy dan Eco-Sanitation Berbasis Pemberdayaan Pemuda”, sebuah model pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi, dan penguatan kapasitas masyarakat melalui tiga pilar utama, yaitu Eco-Sanitasi, Ekonomi Sirkular, dan Pemberdayaan Masyarakat.
Melalui pilar Eco-Sanitasi, tim akan merevitalisasi fasilitas toilet umum serta meningkatkan sistem sanitasi kawasan wisata melalui pembangunan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang ramah lingkungan. Pada pilar Ekonomi Sirkular, program difokuskan pada pengelolaan sampah berbasis biokonversi menggunakan Maggot Black Soldier Fly (BSF) dan QR Reward System untuk pemberdayaan warung UMKM di gunung padang sehingga memiliki nilai ekonomi. Adapun pilar Pemberdayaan Masyarakat diarahkan pada peningkatan kapasitas generasi muda desa melalui pelatihan, penguatan kelembagaan, serta pelestarian budaya lokal sebagai bagian dari pengembangan pariwisata berkelanjutan.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Padjadjaran tidak hanya mampu menghasilkan gagasan inovatif, tetapi juga berkomitmen menghadirkan solusi nyata yang memberikan dampak sosial secara berkelanjutan. Program ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah desa, dan dunia industri dalam mewujudkan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.
Prestasi tersebut juga mempertegas komitmen Universitas Padjadjaran dalam mendukung pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), terutama pada aspek sanitasi layak, pengelolaan lingkungan, pertumbuhan ekonomi masyarakat, dan pembangunan komunitas yang tangguh.
Program MEGA-LESTARI dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin Universitas Padjadjaran yang menggabungkan kompetensi di bidang komunikasi, pertanian, ilmu budaya, ilmu sosial dan politik, serta berbagai keahlian pendukung lainnya. Kolaborasi multidisiplin ini menjadi kekuatan utama dalam merancang solusi yang aplikatif dan berorientasi pada keberlanjutan.

Tim PELITA Universitas Padjadjaran terdiri atas:
- Laras Monika Suemardi – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)
- Muhammad Dika Mukti Pratama – Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
- Gracia Mega Juliana Manihuruk – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)
- Dellpati Almusawwir Nasution – Fakultas Pertanian (Faperta)
- Yusfi Sri Wahyuningtias – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)
- Winda Ariqah Khairunnisa – Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
- Khaila Anucke Cahya Putri – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)
- Muhammad Ghifari Arfananda – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP)
- Putri Hasani – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK)
- Siti Az-Zahra – Fakultas Ilmu Budaya (FIB)
Program MEGA-LESTARI dikembangkan oleh tim mahasiswa lintas disiplin Universitas Padjadjaran di bawah bimbingan Ir. Donny Juliandri Prihadi, S.Pi., M.Sc., Ph.D., CBEC Tour dari dosen Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, sebagai dosen pembimbing. Melalui pendampingan akademik dan penguatan strategi implementasi, tim berhasil menyusun program yang mengintegrasikan aspek lingkungan, ekonomi sirkular, dan pemberdayaan masyarakat secara komprehensif.
PELITA Universitas Padjadjaran juga memperoleh pendampingan dari Mas RM Anto Haprianto dan Bu Annisa Lazuardina sebagai mentor. Keduanya memberikan arahan dan masukan strategis sejak tahap penyusunan gagasan, pengembangan proposal, persiapan presentasi pada setiap tahapan kompetisi, hingga proses implementasi program di Desa Wisata Gunung Padang.
Program akan diimplementasikan di Desa Wisata Situs Gunung Padang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Kawasan ini dikenal sebagai lokasi Situs Gunung Padang, salah satu situs megalitik terbesar di Asia Tenggara yang telah masuk dalam jajaran 50 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Selain memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi, desa ini juga memiliki potensi ekonomi melalui produk unggulan masyarakat seperti gula semut, kerajinan bambu, dan kerajinan kayu.
Di balik potensinya, Desa Wisata Gunung Padang masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengelolaan lingkungan. Hasil observasi tim menunjukkan kawasan wisata menghasilkan lebih dari 120 karung sampah setiap bulan, namun belum memiliki sistem pengelolaan sampah terpadu. Kondisi tersebut mendorong masyarakat melakukan pembakaran sampah secara terbuka (open burning) yang berpotensi meningkatkan pencemaran udara dan risiko penyakit infeksi saluran pernapasan.
Permasalahan lain ditemukan pada aspek sanitasi. Dari 10 unit toilet yang tersedia di kawasan wisata, empat unit mengalami kerusakan berat, sedangkan unit lainnya masih menggunakan sistem sanitasi konvensional yang berpotensi mencemari lingkungan. Di beberapa wilayah, keterbatasan fasilitas sanitasi juga masih menyebabkan praktik buang air besar di sungai sehingga meningkatkan risiko pencemaran air dan gangguan kesehatan masyarakat.
Menjawab berbagai tantangan tersebut, Tim PELITA Universitas Padjadjaran mengembangkan Program MEGA-LESTARI dengan pendekatan Community Based Research (CBR), yaitu pendekatan yang menempatkan masyarakat sebagai mitra sekaligus pelaku utama perubahan.
Melalui implementasi program tersebut, Tim Universitas Padjadjaran menargetkan terwujudnya ekosistem pariwisata yang lebih sehat, peningkatan kualitas sanitasi kawasan wisata, berkembangnya ekonomi sirkular berbasis masyarakat, serta lahirnya generasi muda Desa Karyamukti sebagai penggerak utama pariwisata berkelanjutan.
Kami berharap capaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi tim, tetapi juga bagi Universitas Padjadjaran. Lebih dari sekadar memenangkan kompetisi, kami ingin memastikan bahwa program yang kami rancang mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Karyamukti. Kami juga berharap Universitas Padjadjaran terus mendukung setiap proses inovasi dan pengabdian mahasiswa agar semakin banyak karya yang lahir dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat.
Seluruh rangkaian perjalanan Tim PELITA Universitas Padjadjaran dalam Genera-Z Berbakti BCA 2026, mulai dari proses seleksi hingga implementasi program di Desa Wisata Gunung Padang, dapat disaksikan melalui kanal YouTube Solusi BCA sebagai dokumentasi kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Penulis: Laras Monika Suemardi.
