
JATINANGOR, 20 Juni 2026 – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran kembali menyelenggarakan ajang Putra Putri FPIK 2026. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri serta mempersiapkan diri menjadi role model yang berintegritas dan bertanggung jawab. Selain itu, program ini bertujuan memilih delegasi terbaik yang akan mewakili FPIK di tingkat universitas. Melalui peran tersebut, diharapkan Putra dan Putri FPIK dapat memperkuat citra positif fakultas sekaligus meningkatkan pengenalan FPIK kepada masyarakat luas.
Rangkaian dan Proses Seleksi Putra Putri FPIK 2026
Ajang Putra Putri FPIK 2026 berhasil menjaring sembilan peserta terbaik yang mengikuti rangkaian pembekalan intensif selama dua hari. Pada pembekalan hari pertama yang digelar pada 6 Juni 2026, para finalis mendapatkan materi Beauty Grooming & Pageant Walk, Wawasan Nusantara, serta Wawasan Kemaritiman.
Sementara itu, pembekalan hari kedua pada 7 Juni 2026 difokuskan pada pengembangan kemampuan komunikasi melalui materi Public Speaking, Personal Branding, serta sesi berbagi pengalaman bersama Putra Putri FPIK 2025.
Proses penilaian telah dimulai sejak hari pertama pembekalan dan berlangsung hingga malam final. Tim juri menilai berbagai aspek, mulai dari sikap (attitude), gestur tubuh, kemampuan berbicara, keaktifan selama sesi pembekalan, hingga kreativitas peserta dalam menyelesaikan tugas pembuatan poster dan video.
Seluruh rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada malam final yang diselenggarakan pada 14 Juni 2026. Berdasarkan akumulasi nilai dari seluruh tahapan, termasuk pembekalan serta babak akhir yang meliputi Opening Number, Catwalk, Speech Advocacy, Motion Challenge, dan Unjuk Kabisa, Qeis Ghazwan Ayadiansyah dinobatkan sebagai Putra FPIK 2026. Sementara itu, gelar Putri FPIK 2026 berhasil diraih oleh Azizah Mutiara Annisa.
Qeis Ghazwan Ayadiansyah mengatakan bahwa ajang Putra Putri FPIK menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memberikan kontribusi positif bagi fakultas.
“Kegiatan ini penting bagi mahasiswa FPIK untuk menunjukkan bakat dan kemampuan yang dimiliki sehingga mampu memberikan dampak positif bagi FPIK. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk mengasah kemampuan public speaking serta membangun kepercayaan diri mahasiswa,” ujar Qeis Ghazwan Ayadiansyah, Putra FPIK 2026.
Makna Role Model Berintegritas Berdasarkan Etika FPIK
Sebagai Putra dan Putri FPIK 2026, Qeis Ghazwan Ayadiansyah dan Azizah Mutiara Annisa memaknai peran role model berintegritas tidak hanya sebatas berprestasi secara akademik, tetapi juga mampu mencerminkan nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Azizah Mutiara Annisa menilai bahwa integritas merupakan perpaduan antara karakter yang baik dan tindakan nyata. Menurutnya, seorang role model harus memiliki kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.
“Menurut saya, role model berintegritas adalah sosok yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, mulai dari alam hingga masyarakatnya. Di FPIK, kami juga memiliki nilai-nilai yang terangkum dalam Etika FPIK, yang menjadi pedoman bagi saya untuk terus berusaha menjadi role model yang berintegritas,” ujar Azizah Mutiara Annisa, Putri FPIK 2026.
Pandangan serupa disampaikan oleh Qeis Ghazwan Ayadiansyah. Ia mengatakan bahwa seorang role model berintegritas adalah sosok yang mampu menginspirasi melalui tindakan yang selaras dengan nilai-nilai moral yang telah diajarkan. Menurutnya, integritas tidak hanya tercermin dari ucapan, tetapi juga dari konsistensi dalam bersikap dan bertindak.
Kontribusi Putra dan Putri FPIK 2026
Ke depan, Putra dan Putri FPIK 2026 berkomitmen menjadi representasi mahasiswa sekaligus menyuarakan berbagai isu strategis di bidang kelautan dan perikanan melalui pendekatan yang lebih menarik, inklusif, dan mudah dipahami.
Salah satu program yang akan segera dilaksanakan adalah keterlibatan aktif dalam kegiatan pembinaan dan orientasi studi mahasiswa baru tingkat fakultas. Dalam kegiatan tersebut, mereka akan hadir sebagai narasumber untuk memperkenalkan berbagai isu lingkungan laut yang bersifat kritis dengan penyampaian yang lebih komunikatif dan relevan bagi mahasiswa baru. Melalui langkah ini, mereka berharap dapat menumbuhkan kesadaran sekaligus rasa bangga mahasiswa baru terhadap peran FPIK dalam menjawab berbagai tantangan di bidang kelautan dan perikanan.
Selain itu, Putra dan Putri FPIK 2026 juga berupaya memperluas pengenalan FPIK kepada masyarakat, termasuk mahasiswa dari fakultas lain di lingkungan Universitas Padjadjaran. Melalui berbagai kegiatan representatif dan kolaboratif, mereka ingin menunjukkan bahwa mahasiswa FPIK memiliki kompetensi, prestasi, dan daya saing yang mampu berkiprah di berbagai bidang. Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat citra positif FPIK sekaligus menumbuhkan kebanggaan sivitas akademika terhadap fakultas.
(Aiyda Rohimah)
