Sumedang, Universitas Padjadjaran – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran kembali memperkuat peran globalnya melalui pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Internasional bersama Universiti Malaysia Sabah (UMS), Malaysia, dalam skema Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY–World Class University).

Kolaborasi antara FPIK Universitas Padjadjaran dan Universiti Malaysia Sabah ini merupakan bagian dari kerja sama internasional yang telah terjalin secara berkelanjutan, meliputi joint supervision, international matching fund, serta pertukaran staf dan mahasiswa. PPM Internasional ini menjadi salah satu bentuk konkret penguatan kolaborasi akademik yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Kegiatan PPM Internasional mengusung tema “Penguatan Kapasitas dan Inovasi Hatchery Ikan Hias Berbasis Kolaborasi Internasional” dan dilaksanakan pada 13–17 Januari 2026 di FPIK Universitas Padjadjaran serta Desa Sindangsari dan Desa Naggerang, Kabupaten Sumedang. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas kelompok pembudidaya ikan hias agar mampu menerapkan praktik budidaya berstandar baik, inovatif, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan resmi di Gedung Dekanat FPIK Universitas Padjadjaran. Acara dibuka oleh Kepala Pusat Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Padjadjaran, Irfan Zidni, S.Pi., M.P., Ph.D., serta disambut oleh Dekan FPIK Dr. Sunarto dn dihadiri oleh pimpinan fakultas dan mitra internasional. Dari pihak Universiti Malaysia Sabah, sambutan disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Ching Fui Fui, Direktur Borneo Marine Research Institute (BMRI), Universiti Malaysia Sabah.

Kegiatan inti dilaksanakan di Desa Sindangsari dan Desa Nanggerang dengan melibatkan Kelompok Pembudidaya Ikan (POKDAKAN) Mina Sari Barokah sebagai mitra masyarakat. Pada sesi teknis, Dr. Nur Fatihah binti Abd Halid dari Universiti Malaysia Sabah bertindak sebagai pemateri utama yang menyampaikan materi pengelolaan hatchery ikan hias, sanitasi dan kesehatan ikan, serta penguatan praktik good aquaculture practices. Materi disampaikan secara interaktif melalui diskusi dan sesi berbagi pengalaman antara akademisi, mahasiswa internasional, dan pembudidaya.

Dalam kesempatan tersebut, delegasi Universiti Malaysia Sabah yang terdiri atas 1 direktur BMRI, 2 staf, dan 5 mahasiswa tidak hanya berbagi ilmu dan pengalaman, tetapi juga melakukan kunjungan lapangan ke unit akuarium ikan hias binaan di Desa Sindangsari dan Desa Nanggerang, Jatinangor, Sumedang. Kunjungan ini menjadi sarana observasi langsung penerapan teknologi hatchery dan pengelolaan akuarium berbasis masyarakat.

Program ditutup dengan sesi diskusi, wrap-up kegiatan, serta penyerahan induk ikan Corydoras kepada POKDAKAN sebagai simbol kepedulian dan komitmen keberlanjutan program. Penyerahan ini menegaskan bahwa Desa Sindangsari bukan sekadar lokasi kegiatan sesaat, melainkan desa binaan FPIK Universitas Padjadjaran yang dikembangkan secara berkelanjutan.

Tim PPM Internasional dari Universitas Padjadjaran melibatkan Prof. Dr. Yuli Andriani, S.Pi., M.P., Fittrie Meyllianawaty Pratiwy, S.Pi., MIL, Ph.D., serta Dr.Ujang Subhan, bersama tim dosen dan mahasiswa pendukung kegiatan.

Melalui PPM Internasional Program Unpad Equity ini, FPIK Universitas Padjadjaran dan Universiti Malaysia Sabah berharap dapat memperkuat kapasitas teknis dan kelembagaan POKDAKAN, memperluas jejaring kolaborasi global, serta mendorong pengembangan desa binaan perikanan hias yang inovatif, produktif, dan berkelanjutan, sejalan dengan visi Universitas Padjadjaran menuju World Class University.