Acara Putra Putri FPIK yang diselenggarakan oleh Departemen Seni Budaya dan Olahraga BEM KEMA FPIK Universitas Padjadjaran adalah salah satu program kerja tahunan yang bertujuan untuk mencari mahasiswa dengan potensi besar, serta kreatif dan proaktif dalam menghadapi berbagai permasalahan, khususnya di bidang kemaritiman dan isu-isu yang terkait dengan Sustainable Development Goals (SDGs). Program ini menjadi ajang seleksi bagi mahasiswa yang akan menjadi delegasi FPIK di ajang Putra Putri Padjadjaran, sebuah kompetisi di tingkat universitas.

Tahun ini, acara Putra Putri FPIK yang digelar pada 21 Mei 2023 berhasil menarik partisipasi enam mahasiswa. Mereka tidak hanya diuji dalam hal wawasan dan kemampuan berargumentasi, tetapi juga dalam keterampilan public speaking, catwalk, serta penampilan unjuk kabisa yang beragam seperti bela diri silat, karate, bernyanyi lagu daerah Sunda, hingga bercerita dengan menggunakan media wayang. Para peserta menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menampilkan yang terbaik dari diri mereka. 

“Acara ini bukan hanya sekedar kontes kecantikan, tapi sebuah perjalanan untuk menemukan potensi diri yang lebih besar. Kami ingin delegasi kami menjadi pribadi yang inspiratif, yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat. Itulah mengapa persiapan menuju Putra Putri Padjadjaran sangat penting,” ujar Muhammad Akbar Satria, Kepala Departemen Seni Budaya dan Olahraga BEM KEMA FPIK 2023.

Pada akhir acara, Khalisa Muslimah dari Program Studi Perikanan 2022 dan Bima Aryasatya dari Program Studi Pariwisata Bahari 2022 dinobatkan sebagai pemenang oleh para juri (Prof. Dr. Ir. Rita Rostika, MP., Dr. Yuniarti MS, S.Pi., M.Si., dan Dr. Atikah Nurhayati, S.P., M.P.). Mereka kemudian mewakili FPIK di ajang Putra Putri Padjadjaran pada bulan September 2023. Selama masa karantina, Khalisa dan Bima memperoleh banyak wawasan, baik soft skills maupun hard skills, yang penting untuk pengembangan diri mereka. Selain itu, mereka juga memperdalam pemahaman tentang advokasi berbasis SDGs dan belajar lebih dalam mengenai kebudayaan Sunda, yang erat kaitannya dengan nilai-nilai budaya di bumi Pasundan.

Keberhasilan Khalisa dan Bima dalam menyelesaikan ajang Putra Putri Padjadjaran dengan sangat baik membuka peluang bagi FPIK untuk terus mengirimkan delegasi yang lebih berkualitas. Prestasi mereka tidak hanya memperkuat peran FPIK dalam memajukan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), tetapi juga menunjukkan komitmen fakultas dalam membentuk generasi muda yang berbakat dan berpengetahuan luas.

Penulis : Aisyah Nurhalimah