Pada Rabu, 7 Juli 2021 telah dilaksanakan Acara Puncak perayaan Dies Natalis Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran yang ke-16 secara virtual. Pada kesempatan ini, Dr.sc.Agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si menyampaikan pencapaian FPIK pada Tahun 2021 baik di tingkat internasional maupun nasional. Pencapaian pada tingkat internasional antara lain mengadakan joint lecture dengan UMS (Universiti Malaysia Sabah); mengirim staf untuk studi lanjut ke berbagai negara seperti Korea, Jepang, dan China; mengirimkan mahasiswa untuk magang ke Jepang sebagai implementasi kampus merdeka; mendapatkan hibah riset dari New Castle University, bekerja sama dengan Yukom VMA. Pada tingkat nasional, FPIK mendapat hibah kedaireka untuk mengembangkan penelitian pengembangan budidaya lobster, bekerja sama dengan PT. Aquatec dan telah ditunjuk sebagai pendamping program SMK Pusat Keunggulan yang bekerja sama dengan Seameo. Atas pencapaian-pencapaian tersebut, Rektor Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Rina Indiastuti memberikan apresiasi dan harapan kepada Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan.

Sambutan Dekan FPIK, Dr.sc.Agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si

Sambutan Dekan FPIK, Dr.sc.Agr. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si

Acara yang dipandu oleh Ani Suryani, S.AP ini dihadiri oleh Dr.Ir. Safri Burhanuddin, DEA selaku Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim untuk menyampaikan orasi ilmiah dengan tema “Kemaritiman untuk Visi Indonesia Emas 2045.” Beliau menyampaikan Draft Konsepsi, Haluan Maritim Nasional 2025-2045” yang berisi rencana visi misi tujuan dan sasaran Arah Pembangunan Maritim. Visi Maritim Indonesia 2045 yaitu: Indonesia, Pusat Peradaban Maritim Dunia. Dengan dua tujuan yaitu mewujudkan Indonesia menjadi Negara Maritim yang Kuat dan mewujudkan Indonesia menjadi Bangsa Bahari yang Unggul. Sasaran dan draft konsepsi, Haluan Maritim Nasional 2025-2045 yaitu:

  1. Terwujudnya pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya
  2. Terwujudnya perairan Indonesia yang bersih, sehat dan produktif
  3. Meningkatnya produksi dan nilai tambah produk
  4. Terwujudnya kedaulatan maritim dalam arti luas
  5. Terwujudnya tatakelola maritim yang baik
  6. Terwujudnya masyarakat maritim Indonesia yang inovatif dan berkarakter nusantara.

Ani Suryani, S.AP memandu Acara Puncak Dies Natalis ke-16

Orasi ilmiah Dr.Ir. Safri Burhanuddin, DEA, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim RI

Dr.Ir. Safri Burhanuddin, DEA juga berharap Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran terus berupaya mengembangkan keilmuan untuk kemajuan Kemaritiman Indonesia. Dalam kesempatan ini, beliau juga berpesan bahwa kita perlu Bersahabat dengan Laut, bukan berusaha menaklukkan Laut! Kuasai laut dengan mengenali & memahami Laut, manfaatkan laut secara bijak, dan menjaga serta memelihara kelestarian Laut. Hal ini karena “Negara yang mengusai laut adalah Negara Maritim yang sesungguhnya.”

Tak hanya, Dr.Ir. Safri Burhanuddin, DEA, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan juga mengundang Prof. Drs. Yayat Dhahiyat, MS, PhD untuk menyampaikan kuliah wada yang bertajuk “Menyalamatkan Danau dan Waduk, Menyelamatkan Indonesia.” Dalam kuliah wada tersebut, beliau menyampaikan bahwa danau dan waduk memiliki banyak fungsi ekologis antara lain sebagai penyimpan air; pengendali banjir; sebagai habitat kehidupan liar termasuk biota endemik, asli (indigenous) atau yang dilindungi, sumber bahan baku air minum, air keperluan permukiman, pertanian, industry; pembangkit listrik tenaga air; sarana transportasi; usaha perikanan; pariwisata dan budaya. Namun saat ini, waduk dan danau telah mengalami kerusakan seperti sering terjadi kematian ikan secara massal, kehilangan ikan endemik, blooming gulma. Beliau juga menyampaikan beberapa upaya untuk perbaikan danau dan waduk seperti penataan KJA (Keramba Jaring Apung), penataan DAS, prokasih (Program Kali Bersih), program Citarum Harum, Pengembangan perikanan ramah lingkungan: dengan menggunakan sistem double net pada KJA, diversifikasi jenis ikan untuk budidaya, serta mengembangkan perikanan tangkap. Dalam presentasinya, beliau berpesan bahwa dengan menyelamatkan danau dan waduk berarti menyalamatkan Indonesia.

Kuliah wada dari Prof. Drs. Yayat Dhahiyat, MS, PhD

Pada acara ini, FPIK juga melakukan launching Lele Padjadjaran hasil karya Dr. Ir. Ibnu Dwi Buwono, M.Si dan ICOFIMS (International Conference For Fisheries and Marine Sustainability). Semarak perayaan semakin terasa dengan adanya pembagian doorprize yang dipandu oleh Lantun Paradhita Dewanti, S.Pi., M.EP.

Pembagian doorprize oleh Lantun Paradhita Dewanti, S.Pi., M.EP.