Melalui Webinar Nasional dan Focus Group Discussion PKR 2026

Bandung, 1 Agustus 2026 – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran melalui Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biomaterial Kelautan menyelenggarakan Webinar Nasional dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Blue Biotechnology for Sustainable Future: Enzymes, Biomaterials, and High-Value Marine Bioproducts” pada 31 Juli–1 Agustus 2026 di Unpad Training Centre (UTC), Bandung. Kegiatan yang diselenggarakan secara hybrid ini menjadi wadah kolaborasi antara Universitas Padjadjaran, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), IPB University, UNS, mitra industri, serta berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat pengembangan biomaterial berbasis sumber daya kelautan menuju hilirisasi yang berkelanjutan.

Dekan FPIK Unpad Dr. Sunarto, S.Pi., M.Si. dan  Ketua PKR Biomaterial Kelautan Prof. Dr. Emma Rochima, S.Pi., M.Si. membuka kegiatan Webinar dan Focus Group Discussion PKR Biomaterial Kelautan

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran, Dr. Sunarto, S.Pi., M.Si., yang menegaskan pentingnya mengoptimalkan kekayaan sumber daya hayati laut Indonesia melalui riset yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan industri. Pada kesempatan tersebut, Ketua PKR Biomaterial Kelautan, Prof. Dr. Emma Rochima, S.Pi., M.Si., memaparkan berbagai capaian PKR selama lima tahun terakhir. PKR berhasil menghasilkan 14 paten dan lisensi, melampaui target yang ditetapkan, serta menjalin lebih dari 19 kerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, dan mitra industri. Selain itu, PKR juga terus meningkatkan publikasi ilmiah bereputasi internasional sebagai fondasi dalam mempercepat hilirisasi inovasi biomaterial kelautan yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Dalam webinar tersebut, FPIK Unpad menghadirkan sejumlah pakar dari BRIN dan IPB University. Dr. Ahmad Fathoni, M.Eng. dari Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN membuka sesi dengan membahas potensi mikroorganisme laut sebagai penggerak Blue Economy melalui pemanfaatan enzim, senyawa bioaktif, dan inovasi bioteknologi. Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. Nurjanah, M.S. dari IPB University memaparkan inovasi pemanfaatan rumput laut nonpangan, mulai dari garam sehat, kosmetik, pupuk organik, hingga body scrub berbasis rumput laut yang telah diarahkan menuju hilirisasi produk. Sementara itu, Prof. Dr. Widya Fitriasari, S.Hut., M.M. dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN menjelaskan teknologi demineralisasi biomassa laut sebagai tahapan penting dalam meningkatkan kualitas bio-oil melalui proses catalytic upgrading.

Foto bersama Anggota PKR Biomaterial Kelautan di Hari 1 Webinar

Memasuki hari kedua, webinar menghadirkan Dr. Eng. Nanik Rahmani, M.Si., Ph.D. dari Pusat Riset Mikrobiologi Terapan BRIN yang memaparkan pengembangan enzim baru dari mikroba laut lokal untuk mendukung industri pangan, nutraseutikal, tekstil, bioenergi, dan kosmetik. Dr. Ifah Munifah, S.Pd., M.Si. dari Pusat Riset Bioindustri Laut dan Darat BRIN membahas pemanfaatan hasil samping industri rumput laut sebagai sumber biomassa bagi pengembangan pupuk organik hayati, bioetanol, dan berbagai produk bioindustri. Adapun Prof. Dr. Ellya Sinurat, S.Si., M.Si., juga dari BRIN, menjelaskan potensi fucoidan dari rumput laut coklat (Sargassum) sebagai biomaterial untuk pengembangan Obat Herbal Terstandar (OHT) anti tukak lambung.

Sebagai tindak lanjut webinar, Universitas Padjadjaran melalui PKR Biomaterial Kelautan memfasilitasi Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan akademisi, peneliti, mitra industri, dan berbagai pemangku kepentingan untuk merumuskan strategi pengembangan PKR ke depan. Diskusi menekankan pentingnya menggeser orientasi keberhasilan riset dari sekadar menghasilkan luaran akademik menuju penciptaan dampak nyata melalui komersialisasi produk. Forum juga mendorong pengembangan produk unggulan (flagship product) PKR Biomaterial Kelautan sebagai representasi keberhasilan kolaborasi riset sekaligus memperkuat sinergi dengan industri dalam mendukung hilirisasi inovasi.

Selain membahas pengembangan produk unggulan, FGD juga menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, antara lain penguatan kolaborasi dengan industri karagenan nasional, penjajakan kerja sama riset internasional bersama Chiang Mai University, serta eksplorasi berbagai skema pendanaan internasional. Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas jejaring riset Universitas Padjadjaran sekaligus mempercepat transformasi hasil penelitian menjadi inovasi yang siap dimanfaatkan oleh masyarakat dan dunia usaha.

Melalui penyelenggaraan Webinar Nasional dan Focus Group Discussion PKR Biomaterial Kelautan Tahun 2026, Universitas Padjadjaran kembali menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem riset kolaboratif yang menghubungkan perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, dan industri. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat hilirisasi hasil riset biomaterial kelautan, meningkatkan daya saing inovasi nasional, serta mendukung terwujudnya pembangunan Blue Economy Indonesia yang berkelanjutan.

Tentang PKR Biomaterial Kelautan

Pusat Kolaborasi Riset (PKR) Biomaterial Kelautan merupakan wadah kolaborasi riset yang mempertemukan perguruan tinggi, BRIN, industri, pemerintah, dan berbagai mitra strategis dalam pengembangan biomaterial berbasis sumber daya kelautan. Melalui pendekatan multidisiplin, PKR berfokus pada penguatan riset, hilirisasi inovasi, serta pengembangan produk bernilai tambah untuk mendukung pembangunan ekonomi biru (Blue Economy) yang berkelanjutan.

Poster Acara Webinar Nasioanal dan FGD PKR Biomaterial Kelautan 2026