
PANGANDARAN, 13 Maret 2026 — Dosen Departemen Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran, melepasliarkan 150 ekor tukik dan 4 ekor induk penyu ke laut di Pantai Legok Jawa, Kabupaten Pangandaran. Keempat induk penyu tersebut sebelumnya terjerat jaring nelayan sebelum berhasil diselamatkan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang diketuai oleh Titin Herawati, dengan tema “Penguatan Konservasi Penyu Berbasis Edukasi Masyarakat melalui Pelepasan Tukik dan Induk Penyu di Pantai Legok Jawa Kabupaten Pangandaran”.

Kolaborasi Lintas Sektor
Kegiatan diikuti 36 peserta dari beragam unsur: dosen Departemen Kelautan FPIK Unpad, mahasiswa Program Studi Sarjana Kelautan Kampus Jatinangor dan Program Studi Perikanan Laut Tropis Kampus Pangandaran, masyarakat pesisir, pengelola konservasi, wisatawan, serta perwakilan Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan. Keterlibatan banyak pemangku kepentingan ini menegaskan bahwa pelestarian penyu, sebagai satwa laut yang dilindungi, menuntut kolaborasi lintas sektor.
Edukasi Sebelum Pelepasan
Sebelum tukik dan induk penyu dilepas, peserta lebih dulu mendapatkan pemaparan mengenai siklus hidup penyu, ancaman yang dihadapinya di alam, serta pentingnya menjaga habitat pantai sebagai lokasi bertelur. Sejumlah ancaman utama yang diuraikan meliputi kerusakan habitat pesisir, sampah laut, aktivitas wisata yang tidak terkendali, predasi alami, tangkapan sampingan (bycatch), hingga perubahan kondisi lingkungan yang dapat menurunkan keberhasilan penetasan telur dan kelangsungan hidup tukik.
Belajar Langsung di Lapangan
Puncak kegiatan berlangsung saat peserta terlibat langsung melepas tukik dan induk penyu menuju laut. Momen ini menjadi ruang edukasi lapangan yang memberi pengalaman nyata tentang praktik konservasi penyu. Bagi mahasiswa, kegiatan ini membuka kesempatan belajar berdampingan dengan masyarakat, pengelola konservasi, dan instansi terkait mengenai tantangan pelestarian penyu di pesisir selatan Jawa Barat.
Perwakilan Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Selatan menyampaikan apresiasi atas keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung upaya konservasi di kawasan pesisir. Sinergi antara akademisi, pemerintah, pengelola konservasi, masyarakat, dan wisatawan dinilai penting untuk memperkuat perlindungan penyu secara berkelanjutan dan berbasis ilmu pengetahuan.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni pelepasan, tetapi menjadi awal kolaborasi jangka panjang antara perguruan tinggi, pemerintah, pengelola konservasi, dan masyarakat untuk menjaga penyu di pesisir selatan Jawa Barat. Konservasi hanya akan berhasil bila masyarakat menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari, dan mahasiswa belajar merawatnya langsung dari lapangan,” ujar Titin Herawati, selaku ketua kegiatan.

Wujud Tridharma dan Dukungan terhadap SDGs
Melalui kegiatan ini, Departemen Kelautan FPIK Unpad berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga habitat penyu dan ekosistem pesisir terus meningkat. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi serta kontribusi nyata terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 13: Penanganan Perubahan Iklim dan SDGs 14: Ekosistem Lautan.
Pelepasan 150 tukik dan 4 induk penyu di Pantai Legok Jawa menjadi simbol komitmen bersama menjaga keberlanjutan sumber daya laut Indonesia. Melalui kolaborasi berbagai pihak, upaya pelestarian penyu di Pangandaran diharapkan terus diperkuat agar keberadaan satwa laut ini tetap lestari bagi generasi mendatang.
