
JATINANGOR, 7 Juli 2026 – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran (Unpad) memperingati Dies Natalis ke-21 pada Selasa 7 Juli 2026, Momentum ini menjadi ajang refleksi atas perjalanan FPIK Unpad selama lebih dari dua dekade sekaligus penegasan komitmen fakultas dalam memperkuat pendidikan, penelitian, inovasi, dan kemitraan strategis yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Acara yang berlangsung di Aula FPIK Unpad ini dihadiri oleh pimpinan FPIK Unpad, dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, mitra industridosen dan tendik purnabakti, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang perikanan dan kelautan.
Dalam pidatonya, Dekan FPIK Unpad Dr. Sunarto, S.Pi., M.Si menyampaikan laporan capaian fakultas selama satu tahun terakhir. Berbagai indikator menunjukkan perkembangan positif, mulai dari peningkatan kualitas pendidikan, produktivitas riset dan inovasi, penguatan kerja sama, Tata Kelola dan Transformasi Digital, hingga peningkatan kontribusi pengabdian kepada masyarakat. Berbagai capaian tersebut menjadi fondasi bagi FPIK Unpad untuk terus berkembang sebagai institusi pendidikan tinggi yang unggul dan berdampak.

Ucapan selamat Dies Natalis juga disampaikan oleh Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, dr., SpM(K), M.Kes., PhD. melalui rekaman video. ” Di usia yang ke-21 ini, semoga FPIK Unpad senantiasa menjadi fakultas yang semakin unggul, inovatif, berdaya saing global, dan berkarakter, serta terus menginspirasi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat. Mari kita jadikan Dies Natalis ini sebagai momentum untuk mempererat kebersamaan, memperkuat kolaborasi, dan meningkatkan semangat berkarya demi mewujudkan perikanan dan kelautan yang berkelanjutan.” ujar Rektor Unpad.
Rangkaian Dies Natalis turut diisi dengan orasi ilmiah oleh Dr. Ir. Iskandar, M.Si. yang mengangkat tema “Perkembangan Budidaya Udang di Indonesia.” Dalam paparannya, Iskandar menjelaskan bahwa Indonesia memiliki peluang pengembangan lahan budidaya payau/tambak yang masih sangat luas, di mana komoditas udang (seperti vaname dan windu) menjadi andalan ekspor unggulan yang berkontribusi besar terhadap ekonomi pesisir. Meskipun tren produksinya fluktuatif dan sempat mencapai angka sekitar 1,13 juta ton pada tahun 2024, industri ini masih dihadapkan pada tantangan besar seperti tingginya serangan penyakit, keterbatasan infrastruktur, serta fakta bahwa 82% tambak masih dikelola secara tradisional tanpa memenuhi standar CBIB/GAP. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, disarankan penerapan manajemen budidaya yang lebih ketat—meliputi penggunaan benur bersertifikat SPF, penguatan biosecurity, dan efisiensi pakan—serta mendorong transformasi teknologi menuju smart aquaculture (berbasis IoT dan AI), sistem resirkulasi, modernisasi tambak, dan sinergi lintas sektor guna mewujudkan akuakultur yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk penguatan jejaring kemitraan, FPIK Unpad juga melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan tiga mitra strategis, yaitu PT Oseawan Geotama Surveindo, PT Medion Ardhika Bhakti, dan PT Miko Bahtera Nusantara. Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dalam bidang pendidikan, penelitian, pengembangan sumber daya manusia, magang mahasiswa, hingga implementasi inovasi yang mendukung kemajuan sektor perikanan dan kelautan.
Momentum Dies Natalis ke-21 juga dimanfaatkan untuk meluncurkan dua program baru, yaitu FishMarTec dan Podcast FPIK SHIIP. FishMarTec hadir sebagai Unit Usaha Akademik yang menghadirkan solusi digital terintegrasi untuk mendukung ekosistem perikanan yang efisien, modern, berkelanjutan, dan bernilai tambah. Sementara itu, Podcast FPIK SHIIP menjadi media komunikasi dan diseminasi informasi yang menghadirkan berbagai diskusi seputar ilmu perikanan, kelautan, riset, inovasi, kehidupan kampus, serta kisah inspiratif dari akademisi, mahasiswa, alumni, dan praktisi.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap insan-insan terbaik fakultas, FPIK Unpad juga menyelenggarakan FPIK Awards. Penghargaan ini diberikan kepada dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang telah menunjukkan kinerja, prestasi, serta pengabdian terbaik bagi kemajuan fakultas. Pada kategori Purnabakti, penghargaan diberikan kepada Dr. Ir. Iskandar, M.Si. dan Dadang Hapidin atas dedikasi dan pengabdian mereka selama bertugas di FPIK Universitas Padjadjaran. Penghargaan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas kontribusi yang telah diberikan dalam mendukung perkembangan institusi selama bertahun-tahun. Sementara itu, penghargaan Dosen Berprestasi dari Departemen Perikanan diberikan kepada Fittrie Meyllianawaty Pratiwy, Ph.D., sedangkan penghargaan Dosen Berprestasi dari Departemen Kelautan diraih oleh Buntora Pasaribu, Ph.D.. Pada kategori Tenaga Kependidikan Berprestasi, penghargaan diberikan kepada Erna Setianingsih, S.E. atas dedikasi dan profesionalismenya dalam mendukung pelayanan akademik dan administrasi fakultas. Untuk kategori Mahasiswa Berprestasi, penghargaan diberikan kepada Qeis Ghazwan Ayadiansyah dan Azizah Mutiara Annisa atas capaian akademik maupun nonakademik yang membanggakan serta kontribusinya dalam mengharumkan nama FPIK Universitas Padjadjaran sebagai Putra Putri FPIK Unpad 2026.
Perayaan Dies Natalis ke-21 menjadi pengingat bahwa perjalanan FPIK Unpad bukan hanya tentang usia, tetapi juga tentang konsistensi dalam menghasilkan lulusan berkualitas, riset yang relevan, inovasi yang aplikatif, serta kolaborasi yang memberikan dampak nyata bagi pembangunan nasional. (ZM)
