Pulau Tunda, Banten – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk SINERGI TUNDA — Sinergi Edukasi dan Teknologi dalam Pengelolaan Lingkungan dan Wisata Pulau Tunda. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) yang mengusung misi penerapan inovasi teknologi untuk mendukung pengelolaan lingkungan, peningkatan kualitas hidup masyarakat, dan pengembangan wisata bahari berkelanjutan di Pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten.Kegiatan yang dilaksanakan pada 15-19 Agustus 2025 ini melibatkan dosen, mahasiswa, pemerintah desa, serta masyarakat Pulau Tunda. SinergiTunda menjadi bentuk kolaborasi akademik yang mengintegrasikan teknologi tepat guna, seperti insinerator minim asap, stasiun pengisian daya tenaga surya (solar charging station), serta virtual tour berbasis teknologi VR (Virtual Reality) untuk mendukung promosi wisata lokal.

Prosesi Penyerahan Sertifikat Penerimaat Alat  kepada Perangkat Desa Oleh Perwakilan FPIK Unpad Subiyanto, S.Si., M.Sc., Ph.D. dan Perwakilan ITB Dr. Iwan P. Anwar, S.Si., M.Si dan Dr. Eng. Faruq Khadami, S.Si., M.Si.

Inovasi untuk Pesisir Berkelanjutan

Program SinergiTunda menjadi bukti nyata komitmen FPIK Unpad dan ITB dalam mengintegrasikan inovasi teknologi dengan kebutuhan masyarakat pesisir. Berbagai terobosan dihadirkan untuk mendukung pengelolaan sumber daya dan pengembangan wisata bahari berkelanjutan di Pulau Tunda. Salah satunya adalah insinerator minim asap yang dirancang untuk mengelola sampah organik maupun anorganik secara lebih efisien dan ramah lingkungan. Selain itu, tim juga membangun stasiun pengisian daya tenaga surya (solar charging station) sebagai sumber energi alternatif yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk penerangan maupun pengisian daya perangkat elektronik. Tidak kalah menarik, teknologi virtual tour 360° turut diimplementasikan untuk menampilkan keindahan bawah laut Pulau Tunda secara digital, sehingga mempermudah promosi wisata bahari dan meningkatkan daya tarik destinasi ini di mata wisatawan.

Seremoni peresmian insinerator minim asap, Solar Charging Station, Dan Virtual tour oleh tim pengabdian masyarakat FPIK Unpad dan ITB bersama perangkat desa.

Kolaborasi Multi-Pihak

Program SinergiTunda juga menjadi ajang integrasi pengetahuan antar-disiplin. FPIK Unpad berfokus pada pengelolaan sumber daya pesisir dan laut, sementara ITB mendukung aspek pengembangan teknologi. Sinergi ini memperkuat dampak pengabdian, sekaligus menjadi ruang pembelajaran langsung bagi mahasiswa dari kedua perguruan tinggi.

Sebagai bagian dari penerapan hasil pembelajaran dan riset, tim SinergiTunda juga melakukan pengambilan data menggunakan Water Level Recorder (WLR) untuk memantau dinamika pasang surut di perairan sekitar Pulau Tunda. Data ini menjadi dasar penting dalam analisis hidrodinamika laut dan mendukung pengelolaan wilayah pesisir secara berbasis sains. Selain itu, tim juga melakukan uji coba alat Water Quality Monitoring yang dirancang sebagai inovasi hasil kolaborasi akademik. Alat ini berfungsi untuk memantau parameter kualitas air, seperti suhu, salinitas, pH, dan kadar oksigen terlarut, secara real-time. Uji coba ini menjadi langkah awal penerapan teknologi sederhana namun efektif untuk mendukung pemantauan ekosistem laut yang berkelanjutan dan dapat dimanfaatkan secara mandiri oleh masyarakat maupun pengelola wisata setempat.

Tim SinergiTunda melakukan pemasangan Water Level Recorder (WLR) dan uji coba alat Water Quality Monitoring berbasis pelampung bertenaga surya di perairan Pulau Tunda untuk memantau pasang surut serta kualitas air secara real-time sebagai langkah inovatif mendukung pengelolaan ekosistem laut berkelanjutan

Antusiasme Masyarakat

Masyarakat Pulau Tunda, mulai dari aparat desa, nelayan, hingga pelajar, turut berpartisipasi aktif dalam setiap rangkaian kegiatan SinergiTunda. Kehadiran solar charging station menjadi solusi nyata bagi kebutuhan energi masyarakat yang sebelumnya hanya memiliki akses listrik pada malam hari, sekaligus mendukung pemanfaatan teknologi digital seperti virtual tour (VR) yang memungkinkan generasi muda menjelajahi keindahan bawah laut Pulau Tunda tanpa harus menyelam. Kepala Desa Pulau Tunda mengapresiasi program ini dengan mengatakan, “Teknologi yang dibawa sangat membantu kami, khususnya untuk pengelolaan lingkungan dan promosi pariwisata. Sebelumnya, akses listrik di Pulau Tunda hanya tersedia pada malam hari, namun dengan adanya solar charging station, kini masyarakat dapat menikmati pasokan listrik tambahan di siang hari. Harapan kami, kerja sama ini terus berlanjut dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi warga.” ungkapnya.

Anak-anak dan Remaja Pulau Tunda Antusias mencoba Teknologi Virtual Tour (VR) Untuk menjelajahi Setiap Inci Pulau Tunda dan Keindahan Bawah Laut Secara Digital sebagai Bagian Dari Program SinergiTunda.

Semangat Kemerdekaan di Pulau Tunda

Rangkaian kegiatan SinergiTunda juga semakin bermakna dengan pelaksanaan upacara pengibaran bendera Merah Putih di SD Negeri Pulo Tunda dan SMP Negeri 4 Satu Atap Tirtayasa. Upacara ini diikuti oleh siswa, guru, perangkat desa, serta tim pengabdian FPIK Unpad dan ITB dengan penuh khidmat, mencerminkan semangat kebersamaan dan cinta tanah air di tengah masyarakat pesisir. Momen bersejarah ini semakin istimewa dengan adanya pengibaran bendera di bawah laut oleh tim selam, yang menjadi simbol harmoni antara pelestarian ekosistem laut dan semangat nasionalisme. Aksi ini tidak hanya menggaungkan pesan patriotisme, tetapi juga mengangkat keindahan bawah laut Pulau Tunda sebagai potensi wisata bahari yang harus dijaga dan dilestarikan

Pengibaran bendera Merah Putih berlangsung khidmat di SD Negeri Pulo Tunda dan SMP Negeri 4 Satu Atap Tirtayasa, dilanjutkan dengan pengibaran bendera di bawah laut sebagai simbol semangat kemerdekaan yang berpadu dengan kecintaan terhadap ekosistem laut Pulau Tunda.

Melalui program SinergiTunda, FPIK Unpad dan ITB menunjukkan komitmen nyata dalam menghadirkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat pesisir, khususnya di Pulau Tunda. Ke depan, hasil kolaborasi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan dan promosi wisata bahari, tetapi juga menjadi model pengabdian masyarakat berkelanjutan yang dapat direplikasi di wilayah pesisir lainnya di Indonesia. Kolaborasi lintas keilmuan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu melahirkan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi kesejahteraan dan keberlanjutan lingkungan.

Tim pengabdian FPIK Universitas Padjadjaran (Dr. AnkiqTaofiqurohman S S.Si., M.T., Umar Abdurrahman, S.Si., M.Si., Subiyanto, S.Si., M.Sc., Ph.D., Muhammad Farhan Mulyana, dan Firzal Rihad Triandra.) berpose bersama di Pulau Tunda sebagai simbol kolaborasi dan dedikasi dalam menjalankan program SinergiTunda.