Penataan ruang wilayah pesisir dan laut termuat dalam suatu produk rencana tata ruang yang diharapkan menghasilkan tujuh materi pokok sebagai keluarannya, yaitu: (i) strategi pemanfaatan ruang; (ii) rencana struktur tata ruang; (iii) rencana kawasan lindung yang terdiri dari zona preservasi/zona inti, zona konservasi, dan zona penyangga ; (iv) rencana pola pemanfaatan ruang yaitu rencana zonasi pemanfaatan misalnya zona wisata bahari, permukiman, perikanan, dsb ; (v) rencana kawasan tertentu dan prioritas; (vi) rencana pembangunan sarana/ prasarana (infrastruktur); serta (vii) rencana investasi. Struktur Tata Ruang berfungsi memberi kerangka pengembangan bagi wilayah pesisir dan laut, dan merupakan suatu wujud struktural yang menggambarkan hirarki pusat pengembangan suatu kawasan, mulai dari penentuan pusat pengembangan primer, sekunder, tersier maupun lokal. Di dalam Tata Ruang tergambar interaksi antar zona yang ditunjukkan dengan penentuan jaringan transportasi misalnya rencana pengembangan jaringan transportasi darat dan laut, rencana pengembangan alur pelayaran, dan rencana pengembangan dermaga/ pelabuhan.
Dalam hubungannya dengan kecepatan pengembangan bisnis perikanan dan kelautan nasional diperlukan suatu scientific dan bisnis forum utk bertukar informasi terbaru dan share pengalaman untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan nasional melalui diseminasi dan informasi berupa konferensi sebagai forum pertukaran informasi, ilmu teknologi dan bisnis perikanan nasional. Oleh sebab itu diselenggarakanlah suatu Seminar Nasional Fakultas Perikanan dan Kelautan, di Kampus Universitas Padjadjaran pada tanggal 17 September 2015, Tema yang akan diangkat dalam Seminar Nasional Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan adalah Pengelolaan Kawasan Pesisir Untuk Pembangunan Kelautan Dan Perikanan Berkelanjutan. Tema ini sejalan dengan semangat untuk membangun industri perikanan dan kelautan di Indonesia yang berkelanjutan, ramah lingkungan, efisien dan berdaya saing di Era Global.
Invited speaker pada Seminar Nasional FPIK Unpad adalah :
- Menteri Agraria dan Tata Ruang : Ferry Mursyidan Baldan
“Implementasi Tata Ruang Pesisir untuk Pembangunan Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan”
- Prakoso MM.
“ Sinkronisasi Riset dengan Perkembangan Industri : Apa dan bagaimana yang harus dilakukan peneliti”
- Kepala Bappeda Provinsi Lampung, Ir. Taufik Hidayat, MM.MEP.
“ Keberhasilan Pengelolaan Pesisir Dan Laut Provinsi Lampung Dan Kaitannya Dengan Kesejahteraan
Stake Holder Perikanan Dan Kelautan”
- Kepala Bappeda Provinsi Bangka-Belitung
“ Pemanfaatan lahan untuk Pembangunan Perikanan dan Kelautan di Provinsi Bangka Belitung”
- Dr. Ir. Dulmiad Iriana
“Perkembangan Riset Perikanan Perairan Umum di Indonesia”
- Denny Deden, M.Sc.,MSIE.,GPMT
- Ir. Asep Dadang Koswara, MS
- Jaya Kelvin, S.Kel
“Efektivitas Hutan Pantai dan Lingkungannya dalam Meredam Run-up Tsunami Berdasarkan Berdasarkan
Model COMCOT (Studi Kasus: Tsunami Pangandaran 17 Juli 2006)”
Jadwal Selengkapnya dapat di download pada link di bawah ini:
JADUAL ACARA SEMINAR NASIONAL KELAUTAN DAN PERIKANAN
