Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perilaku ekonomi nelayan terhadap pengelolaan sumberdaya perikanan (Suatu Kasus di Kawasan Pangandaran Propinsi Jawa Barat). Pengaruh perilaku ekonomi nelayan dikaji baik secara langsung (direct effect) maupun tidak langsung (indirect effect). Pemilihan Kawasan Pangandaran yang meliputi Kecamatan Kalipucang, Pangandaran, Parigi, Cijulang dan Cimerak Kabupaten Pangandaran Propinsi Jawa Barat atas dasar pertimbangan bahwa Kawasan tersebut pernah terkena bencana tsunami, kawasan yang memiliki fungsi perikanan tangkap dengan pariwisata bahari yang merupakan mata penceharian utama masyarakatnya.
Penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer dengan menggunakan stratifikasi cluster random sampling sebanyak 186 orang nelayan motor tempel dan secara purposive diperoleh 5 orang pegawai Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Teori dan model dalam ilmu sosial dan perilaku (social and behavioral sciences) diformulasikan menggunakan konsep teoritis dan konstruk dengan menggunakan alat analisis SEM (structural equations modeling) yang digunakan pada penelitian psikometri dan sosiometri. SEM dapat dikelompokan sebagai analisis faktor dan regresi atau analisis jalur. Konsep teoritis yang diawali oleh variabel laten eksogen perilaku ekonomi nelayan (X) yang meliputi perilaku produksi (X1), prilaku konsumsi (X2) dan perilaku pemasaran (X3) yang terjadi pada komunitas nelayan ditansfer dengan beberapa variabel manifes eksogen. Pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap yang berkelanjutan (Y) merupakan variabel laten endogen (endogenous laten variabel) yang meliputi ekologi, ekonomi,teknologi, sosial dan etik.
Pengaruh perilaku ekonomi nelayan terhadap pengelolaan sumberdaya perikanan tangkap menunjukkan pengaruh langsung (direct effect) yang signifikan untuk aspek ekologi, teknologi dan etik yaitu sebagai berikut : perilaku ekonomi (X) memberikan pengaruh langsung yang signifikan terhadap dimensi ekologi (Y1) sebesar 11,84, teknologi (Y4) sebesar 2,43 dan dimensi etik (Y5) sebesar 2,79 dimana t hitung ≥ t tabel 1,96. Perilaku ekonomi nelayan adalah konsekuensi logis yang mempunyai keinginan secara naluriah untuk mencari kesejahteraan hidup. Sehingga mampu diwujudkan dalam bentuk aktifitas nyata. Perilaku juga merupakan cerminan yang ada dalam diri pelakunya sebagai komunitas nelayan, baik berupa kepercayaan, tata nilai, pola pikir dan juga ideologi.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan berdasarkan aspek keilmuan yaitu perlu dilakukan penelitian secara komprehensif dan terintegrasi mengenai sosial ekonomi nelayan melalui pendekatan sinergitas peran steakholder dalam pengelolaan sumberdaya perikanan yang berkelanjutan. Saran guna laksana yaitu perilaku ekonomi nelayan lebih diarahkan ke aspek rasionalitas akan keterbatasan input dan output produksi (perilaku produksi) khususnya sumberdaya alam sehingga mampu mengelola sumberdaya perikanan secara berkelanjutan, perilaku konsumsi yang hedonisme perlu diarahkan pada pola menabung pada saat musim panen, sedangkan perilaku pemasaran diarahkan pada nilai tambah rantai pemasaran dengan konsekuensi logis kontinuitas dan kualitas produksi.
Petikan di atas merupakan isi diskusi dalam seminar akademik yang rutin dilaksanakan setiap bulan sekali, mengambil tema “Pengaruh Perilaku Ekonomi Nelayan Terhadap Pengelolaan Sumberdaya Perikanan” yang dipresentasikan oleh Dr. Atikah Nurhayati, SP.,MP, staf dosen Laboratorium Kewirausahaan Perikanan dan Kelautan Program Studi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran pada hari Kamis, 30 April 2015 bertempat di ruang sidang Dekanat FPIK.

