Latar Belakang

Persoalan pangan bagi Bangsa Indonesia, dan juga bangsa-bangsa lainnya di dunia merupakan persoalan sangat mendasar, dan sangat menentukan nasib suatu bangsa.  Ketergantungan terhadap pangan dapat berarti terbelenggunya kemerdekaan bangsa dan rakyat terhadap negara lain maupun kekuatan–kekuatan ekonomi lainnya.

Keputusan pemerintah yang telah mencanangkan program kedaulatan pangan sebagai tujuan utama pembangunan sangat tepat.  Keputusan tersebut dapat dicapai dengan melakukan swasembada pangan sehingga ketergantungan pangan terhadap negara lain dapat dihindari.  Oleh karenanya, pemerintah telah mengerahkan semua potensi pangan lokal yang dimilikinya, termasuk dalam bidang perikanan dan kelautan.

Langkah awal yang perlu disikapi untuk mewujudkan swasembada pangan adalah mengembangkan berbagai teknologi. Pengembangan teknologi merupakan keharusan untuk mewujudkan swasembada pangan, karena teknologi  akan meningkatkan  kecepatan dan efisiensi pemanfaatan sumberdaya

Akhir tahun 2015, Pasar Bebas Asia Tenggara atau lebih dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) secara resmi diberlakukan.  Meskipun beragam respon bermunculan, namun pada akhirnya kita perlu mensikapi pemberlakuan MEA secara proporsional.

Selain pengembangan teknologi, untuk mengantisipasi pembelakuan MEA, diperlukan kebijakan pemerintah yang jelas mendukung pengembangan potensi pangan lokal.  Kebijakan-kebijakan tersebut merupakan pedoman yang dapat digunakan dalam mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berhasil mencapai swasembada pangan.

Undang-undang, perarutan dan keputusan pemerintah sangat penting peranannya dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah di lapangan.  Undang-undang, peraturan dan keputusan pemerintah tersebut merupakan payung hukum yang memberikan kepastian dalam melakanakan kebijakan, sehingga dapat mempercepat pencapaian Indonesia sebagai negara yang berhasil mewujudkan swasembada pangan sekaligus merespon kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean.

Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan yang diselenggarakan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran ini merupakan seminar tahunan, sekaligus sebagai salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis FPIK Unpad yang ke-11.  Penyelenggaraan seminar ini diharapkan dapat menjadi wadah yang baik bagi para peneliti perikanan dan kelautan untuk berinteraksi dan mendesiminasikan hasil-hasil penelitiannya.  Seminar ini diharapkan dapat menghasilkan rokemendasi yang berguna sebagai dasar pemikiran bagi percepatan tercapainya kedaulatan pangan di era MEA, khususnya dari sektor perikanan dan kelautan.

Tema

Tema yang akan diangkat dalam Seminar Nasional Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan adalah Sinergitas Teknologi, Hukum, dan Kebijakan Bidang Perikanan dan Kelautan Menuju Kedaulatan Pangan di era MEA

 

Tujuan Seminar Nasional

Tujuan dari seminar nasional perikanan dan kelautan dengan tema Sinergitas Teknologi, Hukum, dan Kebijakan Bidang Perikanan dan Kelautan Menuju Kedaulatan Pangan di era MEA, yaitu sebagai berikut :

  1. Berdiskusi dan update informasi teknologi hokum dan kebijakan bidang perikanan budidaya dan perikanan tangkap, Kelautan, Pengolahan Hasil Perikanan, Sumberdaya Perairan, Sosial Ekonomi Perikanan.
  2. Berbagi pengalaman diantara ilmuwan (Dosen, Peneliti, Mahasiswa), termasuk pembuat kebijakan bidang perikanan dan kelautan menuju kedaulatan pangan di era MEA.
  3. Menyediakan kesempatan kegiatan kolaborasi antara ilmuwan, pemangku kebijakan dan industri.
  4. Meningkatkan jumlah publikasi nasional akademisi Indonesia;
  5. Meningkatkan kerjasama antar peneliti dari berbagai universitas
  6. Media publikasi bagi akademisi dan mendorong dilaksanakannya pertemuan ilmiah tingkat nasional secara rutin.

 Luaran Kegiatan

Luaran kegiatan ini adalah terpublikasinya sejumlah karya ilmiah hasil penelitian akademisi Indonesia pada beberapa jurnal dan prosiding serta gagasan ilmiah.

Ruang Lingkup Seminar

  1. Budidaya Perikanan
  2. Manajemen Sumberdaya Perairan
  3. Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan
  4. Teknologi Hasil Perikanan
  5. Sosial Ekonomi Perikanan
  6. Ilmu Kelautan

Format Penulisan

Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia, maksimum 250 kata, menggunakan huruf Times New Roman font 10 dan spasi tunggal. Kata kunci 5 – 6 kata, ditulis pada sudut kiri bawah.  Abstrak akan diseleksi untuk menentukan presentasi oral, poster atau tidak diterima. Abstrak yang lulus seleksi akan diumumkan ke peserta melalui email.

Mekanisme Pelaksanaan

Pengusul Seminar Nasional FPIK Unpad 2016 ini adalah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran dalam rangka Dies Natalis FPIK Unpad ke-11 . Seminar Nasional FPIK Unpad 2016 pada tanggal 17 November 2016 di Unpad Training Centre, Jalan Ir. H. Djuanda no 4, Bandung Jawa Barat.

Seminar Nasional FPIK Unpad 2016 merupakan forum antar masyarakat perikanan dan kelautan Indonesia (penyelenggara pemerintahan/pengambil kebijakan, peneliti, akademisi, praktisi, teknisi, pegawai swasta, pembudidaya ikan/udang/spesies akuakultur lain, pengusaha produksi/ pengolahan /pemasaran/ supplier akuakultur, pengurus asosiasi/organisasi, konsultan, pemerhati) yang akan berbagi informasi dan mendiskusikan berbagai isu perkembangan perikanan dan kelautan Indonesia terkini dari perspektif ilmiah dan bisnis.