otong

Indonesia memiliki sumberdaya perairan dan pesisir yang sangat luas, meliputi sungai, rawa, payau, lahan gambut, air tergenang, dan perairan laut. Dalam perencanaan, pengelolaan dan peruntukan sumberdaya perairan idealnya harus berbasis daerah aliran sungai (DAS) karena DAS adalah yang menghubungkan satu sistem perairan dengan perairan lainnya dari hulu sampai ke hilir. Prinsip yang harus dilaksanakan adalah Satu DAS, Satu Perencanaan, Satu Pengelolaan.

Demikian salah satu petikan dari kuliah wada yang disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Otong Suhara Djunaedi, MS. yang bertema : “Sumberdaya Perairan dan Pesisir, Antara Harapan dan Tantangan Kedepan” di Aula Dekanat Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad (12/03/2015). Kuliah ini dilaksanakan untuk menjelang masa purnabakti Prof Otong sebagai Guru Besar di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad.
Tantangan pengelolaan DAS kedepan dihadapkan pada konservasi tanah dan air yang semakin menurun dari waktu ke waktu, sehingga akan semakin sulit mendapatkan air sungai sebagai pemasok utama air ke dalam sumberdaya perairan kita. Selain itu ancaman erosi, sedimentasi, eutrofikasi dan pencemaran akan meningkatkan tantangan pengelolaan DAS yang berkelanjutan.

Prof. Otong mengemukakan bahwa salah satu cara mudah dan praktis untuk melihat kondisi tata air dan pengelolaan suatu daerah aliran sungai adalah dengan menghitung “Hidrograf Aliran Sungai”,yaitu kurva hubungan antara debit aliran sungai dengan waktu terjadinya aliran dalam satu tahun.

otong3

Dalam acara tersebut Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Unpad, Dr.Ir. Iskandar, MSi. menyampaikan sambutan sekaligus memberikan apresiasi terhadap pengabdian Prof Otong selama ini untuk pengembangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Selama masa kerjanya Prof. Otong pernah mengemban beberapa jabatan, antara lain sebagai kepala Laboratorium Biologi Perairan (1980-1990), Ketua Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Unpad (1998-2003), Kepala Laboratorium Manajemen Sumberdaya dan Lingkungan Perairan (MSPL) (2003-2013), dan menjadi Guru Besar dalam bidang Ilmu Manajemen Sumberdaya Perairan. Selain dalam kegiatan akademik, Prof. Otong juga aktif menulis beberapa buku tentang sumberdaya perairan dan pengelolaan daerah aliran sungai.

Orasi ilmiah ini dihadiri oleh civitas akademica FPIK, juga dihadiri oleh para mahasiswa yang pernah dibimbing oleh Prof Otong, yang telah menyebar di berbagai daerah dan berkiprah di berbagai instansi dan profesi. Sampai akhir masa kerjanya, Prof. Otong telah menghasilkan sarjana sebanyak 112 orang, magister 21 orang dan doktor sebanyak 43 orang.

ditulis oleh: Dr. Yuli Andriani