Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (FPIK Unpad) telah berhasil menyelenggarakan kegiatan “School of Leadership and Managerial XIII” (SCHOLAR XIII), sebuah program pelatihan kepemimpinan yang diikuti oleh mahasiswa baru angkatan 2022. Yang diadakan setiap tahunnya dengan sasaran peserta adalah mahassiswa baru di FPIK. Kegiatan ini menyoroti komitmen FPIK Unpad dalam mengimplementasikan kebijakan yang mendukung dan memfasilitasi terciptanya budaya organisasi yang etis, mencakup nilai-nilai seperti keanekaragaman, kejujuran, rasa hormat, dan keadilan.
SCHOLAR XIII, yang berlangsung dari 18 April hingga 29 Mei 2023, dirancang sebagai wadah pengembangan keterampilan kepemimpinan dan manajerial bagi mahasiswa. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai etika yang menjadi dasar dari kepemimpinan yang bertanggung jawab dan berintegritas.
Salah satu aspek penting dari SCHOLAR XIII adalah penekanan pada keanekaragaman dan inklusivitas. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang yang berbeda, baik dari segi suku, budaya, maupun pengalaman akademik. Hal ini dilakukan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif di mana setiap peserta merasa dihargai dan didukung dalam proses pengembangan diri. Melalui diskusi kelompok dan studi kasus, para peserta diajak untuk memahami pentingnya menghormati perbedaan, serta bagaimana keanekaragaman dapat menjadi kekuatan dalam tim dan organisasi.
Selain itu, SCHOLAR XIII juga menggarisbawahi pentingnya kejujuran dan transparansi dalam setiap aspek kegiatan. Para peserta diberi pemahaman mendalam tentang pentingnya etika dalam kepemimpinan, termasuk bagaimana membuat keputusan yang adil dan berdasarkan pada prinsip-prinsip kejujuran. Hal ini diimplementasikan dalam setiap sesi pelatihan, di mana peserta diajak untuk berpraktik membuat keputusan yang etis dan bertanggung jawab melalui simulasi dan studi kasus yang relevan.
Evaluasi dari pelaksanaan SCHOLAR XIII juga menunjukkan bahwa kegiatan ini telah memberikan dampak positif yang signifikan bagi para pesertanya. Meskipun terdapat beberapa tantangan, seperti penyesuaian dengan pelaksanaan secara daring dan luring serta antusiasme peserta yang perlu ditingkatkan, keseluruhan kegiatan dinilai berhasil dalam mengimplementasikan kebijakan yang mendukung budaya organisasi etis.
Dengan demikian, SCHOLAR XIII tidak hanya menjadi ajang pelatihan kepemimpinan bagi mahasiswa, tetapi juga berfungsi sebagai platform untuk memperkuat nilai-nilai etis yang menjadi landasan bagi terciptanya organisasi yang adil, inklusif, dan bertanggung jawab. Program ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi kegiatan serupa di masa depan, yang terus mengedepankan pentingnya etika dalam setiap aspek pengembangan sumber daya manusia di lingkungan akademik.
Penulis: Khalisa Muslimah
