
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) telah berhasil mengimplementasikan konsep Smart Building di area kampusnya. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi dan kenyamanan lingkungan belajar serta kerja bagi seluruh civitas akademika. Salah satu perubahan signifikan yang sudah terlihat adalah penggunaan Internet of Things (IoT) pada sistem pencahayaan taman dan gedung utama.
Penerapan teknologi IoT memungkinkan lampu taman dan lampu di seluruh gedung utama FPIK dapat menyala dan mati secara otomatis. Hal ini didasarkan pada sensor cahaya dan gerak yang dipasang di berbagai titik strategis. Lampu akan otomatis menyala saat mendeteksi pergerakan atau ketika pencahayaan lingkungan di bawah standar tertentu, dan akan mati ketika tidak ada pergerakan atau pencahayaan sudah cukup, sehingga dapat menghemat energi listrik secara signifikan.
“Dengan adanya implementasi smart building ini, kami berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih nyaman, aman, dan hemat energi. Langkah ini juga sejalan dengan upaya kami untuk mendukung kampanye kampus hijau dan berkelanjutan,” ujar Dekan FPIK, Prof. Sc. Yudi Nurul Ihsan, S.Pi., M.Si.
Tidak hanya pada lampu, FPIK juga berencana untuk memperluas penggunaan teknologi IoT ini ke berbagai fasilitas lain, seperti pendingin ruangan (AC) dan sistem keamanan. Dengan teknologi ini, pemakaian energi di kampus dapat dikelola lebih efisien dan terukur, sekaligus meningkatkan keamanan dengan sistem pengawasan otomatis.
Implementasi smart building di FPIK menunjukkan komitmen institusi ini dalam menerapkan teknologi terkini untuk menciptakan lingkungan yang modern dan berkelanjutan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi fakultas lain untuk mengikuti jejak yang sama, guna mewujudkan kampus yang lebih hijau dan cerdas di masa depan.
