Departemen Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran menggelar Webinar KANCRA FishLab Insight Series #1 bertajuk “Dari Riset ke Dampak: Roadmap Laboratorium Sumber Daya Perairan dan Strategi Meraih Hibah Kompetitif” pada Selasa (30/6). Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-21 FPIK Unpad ini bertujuan memperkuat budaya riset sekaligus meningkatkan kapasitas dosen dan mahasiswa dalam memperoleh hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kepala Laboratorium Sumber Daya Perairan FPIK Unpad, Asep Sahidin, S.Pi., M.Si., Ph.D., mengatakan bahwa laboratorium tidak hanya menjadi tempat pelaksanaan penelitian, tetapi juga pusat kolaborasi yang menghasilkan inovasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Riset yang baik harus mampu menjawab permasalahan nyata, dibangun melalui kolaborasi, serta menghasilkan luaran yang berdampak. Karena itu, roadmap penelitian menjadi arah bersama dalam mengembangkan penelitian yang relevan dan berkelanjutan,” ujar Asep.

Dalam paparannya, Asep memperkenalkan roadmap Laboratorium Sumber Daya Perairan, tema-tema riset unggulan, jejaring kolaborasi nasional dan internasional, serta capaian hibah penelitian yang telah diraih laboratorium. Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif terlibat dalam berbagai kegiatan riset sebagai bagian dari penguatan kapasitas akademik sejak dini.

Selain itu, Asep membagikan strategi dalam menyusun proposal hibah penelitian yang kompetitif, mulai dari mengidentifikasi permasalahan yang relevan, menyusun research gap, menonjolkan unsur kebaruan (novelty), hingga merancang luaran penelitian yang memiliki dampak ilmiah maupun sosial.

Pada sesi berikutnya, Lady Ayu Sri Wijayanti, S.Pi., M.Sc., penerima Hibah Pengabdian kepada Masyarakat BIMA Tahun 2026, membahas strategi penyusunan proposal pengabdian kepada masyarakat yang kompetitif. Ia menjelaskan pentingnya menyusun program yang berangkat dari kebutuhan masyarakat serta memiliki luaran yang terukur dan berkelanjutan.

“Proposal yang kompetitif tidak hanya memenuhi persyaratan administrasi, tetapi juga mampu menunjukkan relevansi program, keberlanjutan kegiatan, serta dampak yang nyata bagi masyarakat,” tutur Lady Ayu.

Lady Ayu juga mengulas kebijakan pendanaan pengabdian terkini, berbagai skema hibah yang tersedia, serta sejumlah kesalahan administratif dan substansi yang sering menyebabkan proposal tidak lolos seleksi. Pengalaman memperoleh pendanaan Hibah BIMA 2026 turut dibagikan sebagai inspirasi bagi peserta.

Webinar yang dimoderatori oleh Ernawati, S.Pi., M.Sc. ini diikuti oleh 83 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, laboran, peneliti, alumni, dan mitra eksternal. Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai strategi memperoleh hibah, penyusunan proposal, hingga peluang pengembangan kolaborasi riset.

Melalui penyelenggaraan FishLab Insight Series #1, Departemen Perikanan FPIK Unpad berharap kegiatan ini menjadi forum diseminasi ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat ekosistem riset di lingkungan FPIK. Kegiatan ini juga diharapkan mampu mendorong lahirnya penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang lebih berkualitas, inovatif, serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor perikanan dan kelautan.