

BANDUNG, 19 Juni 2026 – Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran (FPIK Unpad) resmi menyepakati kerja sama strategis dengan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Barat. Komitmen ini dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung di Aula 2 DKP Jabar, Bandung, pada Jumat (19/6) pagi.
Kolaborasi ini dirancang untuk menyatukan kepakaran akademis FPIK Unpad dengan pengalaman taktis lapangan DKP Jabar dalam menjawab berbagai tantangan riil di sektor kelautan dan perikanan Jawa Barat, mulai dari tata kelola lobster hingga isu penurunan produksi perikanan tangkap.
Sinergi Keilmuan dan Penguatan SDM
Kepala DKP Provinsi Jawa Barat dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam mengejawantahkan arahan Gubernur Jawa Barat terkait pengelolaan potensi sumberdaya perikanan dan laut secara mandiri dan optimal di wilayah Jabar. DKP Jabar memandang kerja sama dengan FPIK Unpad sebagai kunci akselerasi melalui program peningkatan wawasan, pendampingan, serta riset terapan.
Selain fokus pada komoditas, kemitraan ini juga bertujuan untuk memperkuat kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Sebanyak 20 Pegawai Negeri Sipil (PNS) baru di lingkungan DKP Jabar diproyeksikan akan menerima pembinaan intensif, yang dikemas dalam bentuk joint seminar, webinar, dan Focus Group Discussion (FGD) bersama para pakar dari FPIK Unpad.
Sementara itu, Dekan FPIK Unpad menyambut baik kolaborasi ini sebagai perwujudan nyata dari Tridharma Perguruan Tinggi dan ajang sharing keilmuan. Beliau menekankan bahwa keterbatasan kebijakan dan pendanaan yang kerap dihadapi di sektor publik dapat dipecahkan menlalui kolaborasi dan sinergi para pemangku kepentingan.
“Secara teknis dan penguasaan lapangan, tenaga lapangan DKP Jabar jauh lebih mumpuni. Melalui kolaborasi ini, keahlian lapangan tersebut akan diperkuat oleh basis riset ilmiah dan pendampingan dari FPIK Unpad, sehingga menciptakan solusi yang solutif dan efisien,” ujar Dekan FPIK Unpad.

Membedah Akar Masalah Perikanan Jawa Barat
Kerja sama ini juga langsung dihadapkan pada beberapa agenda mendesak yang menjadi potret dinamika perikanan Jawa Barat sepanjang tahun 2025–2026. Beberapa poin krusial yang siap dibedah bersama antara lain:
- Penyelesaian Masalah Produksi Tangkap: Menganalisis akar masalah penurunan produksi perikanan tangkap di Jawa Barat, termasuk merumuskan perencanaan solusi atas merosotnya aktivitas pendaratan ikan di TPI Rancabuaya yang terancam ditutup, serta fluktuasi komoditas Benih Bening Lobster (BBL).
- Stabilitas Harga Komoditas Unggulan: Mengatasi tantangan tingginya harga pakan dan anjloknya harga jual ikan saat panen raya. Sinergi ini akan memperkuat pantauan harga harian di tingkat pasar/konsumen untuk 5 komoditas ikan unggulan Jabar (termasuk nila, mas, dan gurame).
Sebagai bentuk keharmonisan hubungan kelembagaan, DKP Jabar saat ini juga tengah menyiapkan video kontribusi khusus yang akan dipersembahkan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (Dies Natalis) FPIK Unpad yang jatuh pada tanggal 7 Juli mendatang.
Melalui PKS ini, FPIK Unpad dan DKP Jabar optimistis mampu membawa angin segar bagi kesejahteraan nelayan, pembudidaya ikan, serta keberlanjutan ekosistem kelautan di Jawa Barat.

