{"id":8149,"date":"2019-10-21T09:08:46","date_gmt":"2019-10-21T02:08:46","guid":{"rendered":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/?p=8149"},"modified":"2019-12-05T04:14:48","modified_gmt":"2019-12-04T21:14:48","slug":"pengolahan-sampah-sosiopreneur-sebagai-program-dari-oleh-dan-untuk-masyarakat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/pengolahan-sampah-sosiopreneur-sebagai-program-dari-oleh-dan-untuk-masyarakat\/","title":{"rendered":"Pengolahan Sampah Sosiopreneur Sebagai Program dari, Oleh dan Untuk Masyarakat"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampai saat ini\npermasalahan sampah memang tidak ada habisnya dan menjadi persoalan serius,\nterutama di kota-kota besar bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga di seluruh\ndunia. Negara-negara maju telah memutar otak dan melakukan berbagai upaya serta\ninovasi pada bahan yang digunakan dalam kemasan untuk mengatasi masalah\ntersebut. Di negara kita, melihat data yang ada mengenai\njumlah sampah pertahun yang terus naik pada sampah plastik, yang kita butuhkan\nsaat ini belum lah saatnya melihat produk produk inovatif dalam pengolahan\nsampah, karena kita belum memilik pondasi masyarakat yang kuat. Masyarakat kita\nsendiri masih cenderung pasif dan apatis dalam masalah sampah ini. Masyarakat\ntergolong acuh dan kurang bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri. Mengetahui\nhal tersebut disini kita akan sulit bergerak jika melihat dari <em>mindset<\/em> masyarakat yang acuh mengolah\nsampah karena mereka tau dampak dari sampah tapi merasa <em>feedback<\/em> dari pengolahan sampah tersebut tidak ia rasakan. Jalan\nyang kita butuhkan adalah berbaur, mengikuti <em>mindset<\/em> mereka dan mencari apa yang mereka inginkan agar mereka\nbisa menghapus paradigma mengenai permasalahan sampah ini dan mengganti <em>mindset<\/em> dan budaya yang salah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengolahan Sampah Sosiopreneur adalah suatu program atau kegiatan yang\ndirencanakan untuk membantu dalam menangani permasalahan sampah di masyarakat\ndan kebutuhan gizi masyarakat yang belum tercukupi. Pengolahan Sampah\nSosiopreneur terlebih dahulu dilakukan dengan adanya kegiatan pembinaan\nterhadap masyarakat untuk melakukan kegiatan budidaya perikanan di lingkungan\nsekitarnya. Kegiatan budidaya perikanan yang dilakukan masyarakat nantinya\nbertujuan untuk memenuhi ekonomi masyarakat itu sendiri dengan menjual setengah\ndari hasil budidaya tersebut kepada pelaku pelaku usaha, yang nantinya selain\nmembantu masyarakat kurang mampu secara tidak langsung, pelaku usaha rumah\nmakan tersebut pun mendapatkan benefit lain seperti pengangkutan sampah organik\nhasil sisa makanan para konsumen yang nantinya akan diolah dan diberi tambahan\nprotein dan probiotik sehingga memenuhi kebutuhan protein untuk ikan agar cepat\ntumbuh. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampah tersebut akan digunakan untuk menjadi kerajinan atau bekerjasama\ndengan komunitas komunitas pengolahan sampah yang akan mengolah sampah tersebut\nuntuk menaikan harga jualnya. Program ini menargetkan untuk memberikan asupan\ngizi yang layak bagi masyarakat yang kurang mampu, akan tetapi program ini\ntidak ingin menjadikan masyarakat menjadi malas, maka dari itu dalam program\nini terdapat batas maksimal penukaran sampah hanya 1kg per hari<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Gagasan\nmengenai Pengolahan Sampah Sosiopreneur ini dikemukaan dalam kegiatan Lomba\nKarya Tulis Ilmiah PINISI Marifest MMXIX yang diselenggarakan oleh Himpunan\nMahasiswa S1 Teknik Perkapalan Universitas Diponegoro yang dalam kegiatannya\nmengusung tema \u201cLess Plastic, Save Our Sea\u201d. Lomba KTI ini dilaksanakan di\nBPSDMD Provinsi Jawa Tengah, Semarang, dengan memberi kesempatan bagi 10\nfinalis LKTI untuk mempresentasikan hasil KTI yang dibuatnya kepada para juri.\nPINISI Marifest MMXIX diselenggarakan pada hari Sabtu \u2013 Minggu, 19 \u2013 20 Oktober\n2019.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Fakultas\nPerikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran mengutus salah satu\nperwakilannya untuk dapat mempresentasikan hasil KTI nya pada seleksi finalis\n10 besar dari kegiatan PINISI Marifest MMXIX ini, yaitu Aulya Khoerusyfa\n(Perikanan 2017), Naufal Sami (Perikanan 2017) dan Siti Faridah (Perikanan\n2017) dengan bimbingan dari Ibu Iis Rostini, S,Pi., M.Si. beserta dukungan dari\nseluruh Kema FPIK.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mendapatkan\nkesempatan sebagai perwakilan dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dalam\nkegiatan PINISI Marifest MMXIX ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi\nketiga mahasiswa Kema FPIK meskipun belum bisa membanggakan dengan membawa\njuara. Kesempatan untuk dapat berpartisipasi pada kegiatan PINISI Marifest\nMMXIX dijadikan pembelajaran untuk bisa lebih baik dan berkembang di kemudian\nhari.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampai saat ini permasalahan sampah memang tidak ada habisnya dan menjadi persoalan serius, terutama di kota-kota besar bukan hanya di Indonesia saja, tapi juga di seluruh dunia. Negara-negara maju telah memutar otak dan melakukan berbagai upaya serta inovasi pada bahan yang digunakan dalam kemasan untuk mengatasi masalah tersebut. Di negara kita, melihat data yang ada [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1001024,"featured_media":8150,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[50],"tags":[],"class_list":["post-8149","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8149","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1001024"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8149"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8149\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8150"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8149"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8149"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8149"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}