{"id":7496,"date":"2019-06-21T07:39:58","date_gmt":"2019-06-21T00:39:58","guid":{"rendered":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/?p=7496"},"modified":"2019-06-24T13:25:51","modified_gmt":"2019-06-24T06:25:51","slug":"sampah-laut-yang-semakin-mencemaskan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/sampah-laut-yang-semakin-mencemaskan\/","title":{"rendered":"Sampah (Laut) yang semakin mencemaskan"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampah laut masih dan\nmasih menjadi isu penting di Indonesia juga secara global. Berbagai aksi yang\ndilakukan baik skala global dan skala nasional sudah dilakukan, walaupun\nkegiatan ini bukanlah sebagai solusi jangka panjang. Pada dasarnya, sebelum\nbudaya masyarakat diperbaharui, maka hal ini akan tetap menjadi masalah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diperlukan pekerjaan yang\nmasiv untuk mendukung rencana pemerintah untuk mengurangi 70% sampah laut pada\ntahun 2025. Salah satu indikatornya adalah dengan melihat densitas dan jenis\nsampah di seluruh perairan Indonesia. Tanpa data, kebijakan dan aturan\nseharusnya tidak bisa dilakukan (<em>policy\nbased on research). <\/em>Tidak ada data yang mumpuni untuk wilayah yang luas\nseperti Indonesia. Dari data yang telah dikumpulkan dari beberapa artikel, data\ntersebut masihlah merupakan data yang didapatkan dari beberapa lokasi. Selain\nitu, belum banyaknya penelitian lintas studi. Padahal penelitian lintas ini\nsangat diharapkan untuk melihat secara komprhensif kondisi sampah di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Penelitian terbaru yang\ndipublikasikan oleh Peneliti di ilmu kelautan, Universitas Padjadjaran\nmenemukan bahwa riset sampah terutama yang ada di laut Indonesia tidak terlalu\n\u201cseksi\u201d untuk dilakukan. Riset yang dipublikasikan di <em>Marine Pollution Bulletin<\/em>, mengemukakan bahwa tidak banyak riset\nyang kita punya (&lt;50) hingga tahun 2019. Padahal berdasarkan riset tersebut,\nsampah yang ditemukan berada hampir di semua pantai wisata, ekosistem, kolom\nair, dan sedimen. Riset ini juga menunjukkan diperlukannya kesepahaman\nbanyak sektor untuk menangulangi sampah laut. Untuk itu, Ilmu Kelautan sudah\nmemulai pendataan sampah di sekitar 60 lokasi di Indonesia. Data ini merupakan data\nyang bersifat ilmiah dan merupakan salah satu data yang terbanyak di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Beberapa kasus sampah laut\nyang ada di perairan adalah <em>Great Pacific\nGarbage Patch<\/em> yang ada di Pasifik Utara. Sampah ini sangat luas dan jika\ntidak ditanggulangi, maka sangat berpotensi masuk ke perairan Indonesia melalui\nIndonesian Troughflow. &nbsp;Penelitian\nlainnya juga mengungkapkan bahwa perairan Artik juga disebut sebagai tempat\nsampah di lautan berakhir. Sampah ini mengelilingi lautan selama\nseribu tahun dan mengendap di Artik. Studi berikutnya juga mengungkapkan bahwa\nsampah dapat ditranspor ke berbagai wilayah di Indonesia melalui sistem arus\nyang kompleks. Jadi, penanggulangan sampah di laut dan di pantai bukan saja\nmerupakan tanggung jawab masyarakat lokal tetapi juga masyarakat global. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selama ini, penanganan sampah dilakukan di daratan, namun sebenarnya Indonesia sendiri juga mendapatkan sampah dari luar Indonesia. Budaya masyarakat Indonesia yang sering membuang sampah sembarangan harus diubah. Ada banyak negara yang sudah sadar terhadap sampah. Di Jerman, masyarakat sudah sadar bahwa ketika supermarket, membawa tas sendiri, walaupun plastik kresek yang dijual sangatlah murah. Tidak banyak plastik yang beredar di rumah-rumah, karena masyarakat sudah paham bagaimana dan kapan plastik harus digunakan. Apakah di Indonesia bisa? Saya yakin bahwa masyarakat kita mampu untuk melakukan hal tersebut. Waktu untuk mencapai target pengurangan sampah di tahun 2025 tinggal 6 tahun lagi. Setidaknya banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan. Sekali lagi, teknologi dan aksi pembersihan yang sudah dilakukan merupakan target jangka pendek, tetapi merubah perilaku masyarakat adalah yang sangat penting.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>By: Noir P. Purba<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Artikel ini merupakan bagian dari artikel yang\nditerbitkan di Marine Pollution Bulletin. Untuk mensitasi artikel ini:\n\nPurba, N.P., Handyman, D.I., Pribadi, T.D.,\nSyakti, A.D., Pranowo, W.S., Harvey, A., Ihsan, Y.N. 2019. Marine debris in Indonesia: A review of research\nand status. Marine Pollution Bulletin, 146, 134-144\n\n\n\n<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sampah laut masih dan masih menjadi isu penting di Indonesia juga secara global. Berbagai aksi yang dilakukan baik skala global dan skala nasional sudah dilakukan, walaupun kegiatan ini bukanlah sebagai solusi jangka panjang. Pada dasarnya, sebelum budaya masyarakat diperbaharui, maka hal ini akan tetap menjadi masalah. Diperlukan pekerjaan yang masiv untuk mendukung rencana pemerintah untuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1001024,"featured_media":7500,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-7496","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7496","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1001024"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7496"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7496\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7500"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7496"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7496"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7496"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}