{"id":6152,"date":"2017-11-10T15:54:24","date_gmt":"2017-11-10T08:54:24","guid":{"rendered":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/?p=6152"},"modified":"2017-11-10T15:54:39","modified_gmt":"2017-11-10T08:54:39","slug":"analisis-preferensi-konsumen-dalam-pengambilan-keputusan-membeli-produk-olahan-perikanan-di-kota-tasikmalaya-studi-kasus-di-pasar-tradisional-cikurubuk-kec-mangkubumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/analisis-preferensi-konsumen-dalam-pengambilan-keputusan-membeli-produk-olahan-perikanan-di-kota-tasikmalaya-studi-kasus-di-pasar-tradisional-cikurubuk-kec-mangkubumi\/","title":{"rendered":"Analisis Preferensi Konsumen Dalam Pengambilan Keputusan Membeli Produk Olahan Perikanan Di Kota Tasikmalaya (Studi Kasus Di Pasar Tradisional Cikurubuk, Kec. Mangkubumi)"},"content":{"rendered":"<p>Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. VIII No.1\/ Juni 2017<\/p>\n<p><em>Ammar Aiman, Asep Agus Handaka, Walim Lili<\/em><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribut produk olahan perikanan yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan membeli produk olahan perikanan di Pasar Tradisional Cikurubuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Data dikumpulkan menggunakan teknik wawancara langsung terhadap responden yang berada di lokasi pasar dengan menggunakan kuisioner. Atribut \u2013 atribut yang diamati pada penelitian ini adalah warna kemasan, jenis kemasan, warna produk, rasa dan harga. Kuisioner yang akan diajukan diuji terlebih dahulu menggunakan uji validitas dan reliabilitas. Karakteristik responden dan perilaku konsumen dianalisis secara deskriptif, sedangkan preferensi produk olahan perikanan, seperti pindang ikan tongkol, bakso ikan dan otak \u2013 otak ikan, serta atribut \u2013 atribut dalam produk olahan ikan yang\u00a0 dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan membeli produk olahan perikanan dianalisis dengan menggunakan metode\u00a0<em>chi square<\/em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk olahan perikanan yang menjadi preferensi konsumen di Pasar Tradisional Cikurubuk adalah bakso ikan. Hal yang paling dipertimbangkan responden dalam memilih produk pindang ikan tongkol, bakso ikan, dan otak \u2013 otak ikan secara berturut-turut dari yang paling dipertimbangkan sampai dengan yang kurang dipertimbangkan adalah sama, yakni: rasa, harga, warna produk, jenis kemasan, dan warna kemasan. Sedangkan atribut yang paling dipertimbangkan ditunjukkan dengan hasil perhitungan analisis\u00a0<em>chi square<\/em>. Atribut produk pindang ikan tongkol yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian diantaranya: warna kemasan coklat, jenis kemasannya anyaman bambu, warna produknya alami, rasa original dan dengan harga yang berkisar Rp. 5.000 \u2013 Rp. 10.000 per 250 gram. Atribut produk bakso ikan yang dipertimbangkan konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian diantaranya: warna kemasannya putih, jenis kemasannya plastik, warna produknya alami, rasa original dan dengan harga yang berkisar Rp. 5.000 per 250 gram. Atribut produk otak \u2013 otak ikan yang dipertimbangkan konsumen dalam keputusan pembelian diantaranya: warna kemasannya warna bening, jenis kemasannya plastik, warna produknya alami, rasa original dan dengan harga yang berkisar Rp. 5.000 \u2013 Rp. 10.000 per 250\u00a0 gram.<\/p>\n<p>Link :\u00a0<a href=\"http:\/\/jurnal.unpad.ac.id\/jpk\/article\/view\/13902\">http:\/\/jurnal.unpad.ac.id\/jpk\/article\/view\/13902<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. VIII No.1\/ Juni 2017 Ammar Aiman, Asep Agus Handaka, Walim Lili Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis atribut produk olahan perikanan yang menjadi preferensi konsumen dan menganalisis atribut yang paling dipertimbangkan konsumen dalam keputusan membeli produk olahan perikanan di Pasar Tradisional Cikurubuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1001024,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-6152","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasidanartikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6152","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1001024"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6152"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6152\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6152"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6152"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6152"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}