{"id":4771,"date":"2015-05-11T13:22:32","date_gmt":"2015-05-11T06:22:32","guid":{"rendered":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/?p=4771"},"modified":"2015-05-11T13:23:13","modified_gmt":"2015-05-11T06:23:13","slug":"studi-hematologi-untuk-diagnosa-penyakit-ikan-secara-dini-di-di-sentra-produksi-budidaya-ikan-air-tawar-sungai-kapuas-kota-pontianak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/studi-hematologi-untuk-diagnosa-penyakit-ikan-secara-dini-di-di-sentra-produksi-budidaya-ikan-air-tawar-sungai-kapuas-kota-pontianak\/","title":{"rendered":"Studi Hematologi Untuk Diagnosa Penyakit Ikan Secara Dini  Di di Sentra Produksi Budidaya Ikan Air Tawar  Sungai Kapuas Kota Pontianak"},"content":{"rendered":"<p><strong>Hendry Yanto, Hastiadi Hasa<\/strong><strong>n, dan Sunarto<\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong>FPIK Universitas Muhammadiyah Pontianak<\/p>\n<p>Jl. Jend. Ahmad Yani No. 111, Pontianak<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Abstrak<\/p>\n<p>Kondisi hematologi dapat menggambarkan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi hematologi ikan lele dumbo (<em>Clarias gariepinus<\/em>), ikan mas (<em>Cyprinus carpio<\/em>) dan ikan nila merah (<em>Oreochromis<\/em> sp.) yang dibudidayakan di keramba apung di Sungai Kapuas Kota Pontianak, sehingga dapat diketahui apakah ikan-ikan tersebut mengalami serangan penyakit atau tidak secara lebih dini. Pada penelitian survei ini, ikan sampel dikumpulkan secara acak dari beberapa pembudidaya ikan di Kelurahan Parit Mayor, Tambelan Sampit, Banjar Serasan, Dalam Bugis, Tanjung Hilir, and Tanjung Hulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hemoglobin ikan lele dumbo, ikan mas dan nila merah yaitu 4,00\u00b10,68 g\/100 ml; 6,26\u00b10,92 g\/100 ml dan 5,42\u00b11,14 g\/100 ml secara berturut-turut. Kadar hematokrit ikan lele dumbo adalah 16,63\u00b13,10 %; ikan mas 19,72\u00b12,88 % dan nila merah 27,31\u00b12,88%. Jumlah eritrosit ikan lele dumbo yaitu 7,46\u00b11,63 x 10<sup>4<\/sup> sel\/mm<sup>3<\/sup>; ikan mas dan ikan nila merah adalah 6,76\u00b11,07 x 10<sup>4<\/sup> sel\/mm<sup>3<\/sup> dan 8,66\u00b11,56 x 10<sup>4<\/sup> sel\/mm<sup>3<\/sup> secara berturut-turut. Jumlah leukosit ikan lele dumbo yaitu 101,33\u00b125,48 x 10<sup>3<\/sup> sel\/mm<sup>3<\/sup>, dan secara berturut-turut ikan mas dan ikan nila merah yaitu 191,98\u00b133.84 x 10<sup>3<\/sup> sel\/mm<sup>3 <\/sup>dan 89.98\u00b133.37 x 10<sup>3<\/sup> sel\/mm<sup>3<\/sup>. Nilai hemoglobin, hematokrit, dan eritrosit bahwa ketiga spesies ikan tersebut tidak normal dan terindikasi ada serangan penyakit. Berdasarkan parameter leukosit, ikan lele dan ikan nila merah dalam kondisi normal. Jumlah sel leukosit ikan mas di atas normal, dan ikan mas terinfeksi ekstoparasit <em>Dactylogyrus<\/em> sp. dengan prevalensi dan intensitas serangannya yang masih rendah, yaitu 8 % and 1,42.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kata Kunci: <em>Dactylogyrus<\/em> sp. hematologi, dan Sungai Kapuas<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Link : <a href=\"http:\/\/jurnal.unpad.ac.id\/akuatika\/article\/view\/5960\">http:\/\/jurnal.unpad.ac.id\/akuatika\/article\/view\/5960<\/a><\/p>\n<div id=\"__if72ru4sdfsdfrkjahiuyi_once\" style=\"display: none;\"><\/div>\n<div id=\"__hggasdgjhsagd_once\" style=\"display: none;\"><\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hendry Yanto, Hastiadi Hasan, dan Sunarto \u00a0FPIK Universitas Muhammadiyah Pontianak Jl. Jend. Ahmad Yani No. 111, Pontianak \u00a0 Abstrak Kondisi hematologi dapat menggambarkan kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kondisi hematologi ikan lele dumbo (Clarias gariepinus), ikan mas (Cyprinus carpio) dan ikan nila merah (Oreochromis sp.) yang dibudidayakan di keramba apung di Sungai Kapuas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1001004,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-4771","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-publikasidanartikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4771","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1001004"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=4771"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/4771\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=4771"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=4771"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=4771"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}