{"id":19376,"date":"2026-07-03T09:46:00","date_gmt":"2026-07-03T02:46:00","guid":{"rendered":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/?p=19376"},"modified":"2026-07-05T22:56:53","modified_gmt":"2026-07-05T15:56:53","slug":"pengabdian-kepada-masyarakat-departemen-kelautan-fpik-unpad-perkuat-edukasi-konservasi-penyu-di-pantai-batu-hiu-pangandaran","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/pengabdian-kepada-masyarakat-departemen-kelautan-fpik-unpad-perkuat-edukasi-konservasi-penyu-di-pantai-batu-hiu-pangandaran\/","title":{"rendered":"Pengabdian kepada Masyarakat Departemen Kelautan FPIK Unpad Perkuat Edukasi Konservasi Penyu di Pantai Batu Hiu Pangandaran"},"content":{"rendered":"<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>PANGANDARAN, 30 Juni 2026<\/strong> \u2013 Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran bersama mahasiswa Program Studi Doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, Magister Konservasi Laut, dan Program Studi Sarjana Kelautan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Yayasan Raksa Bintana, Pantai Batu Hiu, Pangandaran.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Mengusung tema <em>&#8220;Penguatan Konservasi Penyu Berbasis Edukasi Masyarakat melalui Perlindungan Sarang, Perawatan Tukik, dan Pelepasan Tukik di Yayasan Raksa Bintana Pantai Batu Hiu Pangandaran&#8221;<\/em>, kegiatan ini diikuti oleh 31 peserta yang terdiri atas dosen, mahasiswa, masyarakat pesisir, pengelola konservasi, dan komunitas lokal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan FPIK Unpad terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 14 tentang Ekosistem Laut. Selain itu, kegiatan ini menjadi implementasi pembelajaran mahasiswa Program Studi Doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan pada mata kuliah Penulisan Karya Ilmiah dan Komunikasi Sains yang menekankan pentingnya diseminasi hasil riset kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, <strong>Prof. Dr. Dra. Titin Herawati, S.Pi., M.Si.<\/strong>, menegaskan bahwa upaya konservasi penyu memerlukan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perguruan tinggi, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, kelompok sadar wisata, nelayan, hingga masyarakat pesisir.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Prof. Titin, masyarakat pesisir memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga habitat penyu melalui perlindungan sarang, pengurangan ancaman antropogenik, serta mendukung keberhasilan tukik kembali ke habitat alaminya. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat melalui edukasi dan pendampingan menjadi faktor penting dalam keberhasilan konservasi penyu yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" width=\"640\" height=\"404\" src=\"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/titin1.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-19378\" srcset=\"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/titin1.jpg 640w, https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/titin1-300x189.jpg 300w, https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/titin1-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada kesempatan tersebut, Prof. Titin juga memaparkan hasil penelitian mengenai identifikasi jamur pada sampel tukik dan lingkungan pemeliharaannya. Penelitian menunjukkan keberadaan jamur lingkungan dari kelompok <em>Penicillium<\/em> spp. dan <em>Aspergillus<\/em> spp. pada pakan, air, wadah pemeliharaan, maupun tubuh tukik.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Temuan tersebut menjadi dasar penting dalam meningkatkan kesehatan tukik melalui perbaikan sanitasi, kualitas air, pengelolaan pakan, serta kebersihan lingkungan pemeliharaan sebagai bagian dari praktik konservasi yang berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Materi berikutnya disampaikan oleh <strong>Dr. Yeni Mulyani, S.Si., M.Si.<\/strong>, dosen Departemen Kelautan FPIK Unpad, yang memaparkan potensi jamur mangrove sebagai sumber antijamur alami. Ia menjelaskan bahwa <em>Clonostachys rosea<\/em> dan <em>Trichoderma longibrachiatum<\/em> berpotensi menjadi agen pengendali jamur yang lebih ramah lingkungan melalui mekanisme produksi metabolit sekunder, enzim perusak dinding sel jamur, antibiosis, kompetisi ruang dan nutrisi, serta mikoparasitisme.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Dr. Yeni, pengembangan antijamur alami perlu dilakukan secara bertahap, dimulai dari pengujian ekstrak, metabolit, atau filtrat kultur secara <em>in vitro<\/em>, kemudian dilanjutkan dengan uji toksisitas, pengaruh terhadap kualitas air, serta evaluasi keamanan bagi tukik. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi konservasi berbasis sumber daya hayati lokal yang aman dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pengelola Yayasan Raksa Bintana, <strong>Kang Kurdi<\/strong>, turut membagikan pengalaman praktik konservasi penyu di lapangan, mulai dari perlindungan sarang, pemantauan telur, perawatan tukik, hingga proses pelepasan tukik ke laut. Ia juga menjelaskan berbagai tantangan yang dihadapi, antara lain aktivitas manusia, kebersihan kawasan, perubahan kondisi pantai, serta keterbatasan sarana pendukung konservasi.<\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><img decoding=\"async\" width=\"652\" height=\"404\" src=\"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/penyu.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-19379\" srcset=\"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/penyu.jpg 652w, https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/penyu-300x186.jpg 300w, https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/wp-content\/uploads\/2026\/07\/penyu-18x12.jpg 18w\" sizes=\"(max-width: 652px) 100vw, 652px\" \/><\/figure>\n<\/div>\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan mengenai teknik perawatan tukik, pengelolaan pakan, sanitasi lingkungan, perlindungan sarang, hingga strategi meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan konservasi. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kepedulian masyarakat terhadap pelestarian penyu di kawasan Pantai Batu Hiu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Melalui kegiatan ini, FPIK Unpad berharap sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, kelompok sadar wisata, nelayan, dan masyarakat pesisir dapat terus diperkuat. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dalam mendukung pelestarian penyu sekaligus menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir dan laut.<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>PANGANDARAN, 30 Juni 2026 \u2013 Departemen Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Padjadjaran bersama mahasiswa Program Studi Doktor Perikanan dan Kelautan Berkelanjutan, Magister Konservasi Laut, dan Program Studi Sarjana Kelautan melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di Yayasan Raksa Bintana, Pantai Batu Hiu, Pangandaran. Mengusung tema &#8220;Penguatan Konservasi Penyu Berbasis Edukasi Masyarakat melalui Perlindungan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1001025,"featured_media":19377,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[3],"tags":[],"class_list":["post-19376","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19376","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1001025"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=19376"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19376\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19380,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/19376\/revisions\/19380"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/19377"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=19376"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=19376"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/fpik.unpad.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=19376"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}