Home / Profil Fakultas / Deskripsi

Deskripsi

Eksistensi pendidikan tinggi perikanan di Universitas Padjadjaran sudah ada sejak 45 tahun lalu, yaitu sejak dibukanya Jurusan Perikanan pada Fakultas Pertanian Unpad tahun 1965. Pembukaan Jurusan Perikanan tersebut merupakan perwujudan dari keinginan rakyat dan pemerintah Jawa Barat untuk lebih mengembangkan sub sektor perikanan melalui pengadaan tenaga akhli di bidang perikanan. Akhli-akhli yang dihasilkan tersebut diharapkan dapat menjadi katalisator dan dinamisator pembangunan, khususnya pembangunan sub sektor perikanan dan kelautan.

Dalam rangka mengantisipasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang perikanan dan ilmu kelautan, serta perkembangan tuntutan kebutuhan masyarakat dan pembangunan di masa mendatang, Jurusan Perikanan telah ditingkatkan statusnya menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unpad Nomor 1197/J06/Kep/KP/2005 tanggal 7 Juli 2005 dan Surat Persetujuan Dirjen Dikti Nomor 2015/D/T/2005 tanggal 27 Juni 2005.

Justifikasi dari pentingnya peningkatan status Jurusan Perikanan menjadi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan di Universitas Padjadjaran adalah sebagai berikut:

  1. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia yang terdiri atas 17.508 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km, terpanjang kedua setelah Kanada, dan luas laut sekitar 5,8 juta km2 yang terdiri atas 3,1 juta km2 luas laut wilayang dan 2,7 juta km2 luas laut ZEE. Dengan fakta fisik tersebut, Indonesia terkenal dengan kekayaan alam yang besar dan beragam, yaitu sumberdaya alam yang dapat pulih (renewable resources) seperti ikan, udang, mangrove, terumbu karang, dan organisme akuatik lainnya, serta sumberdaya alam yang tidak dapat pulih (non- renewable resources) seperti minyak bumi, gas, mineral, dan bahan tambang lainnya.
  2. Struktur armada penangkapan pincang, hanya sekitar 17 persen dari total armada perikanan nasional yang dikategorikan sebagai nelayan modern, dan sisanya adalah nelayan tradisional dengan kemampuan IPTEK yang rendah.
  3. Komitmen untuk mendayagunakan potensi sumberdaya kelautan dan perikanan masih lemah, sebaliknya arah pembangunan masih banyak berorientasi ke darat (land based oriented).
  4. Implikasi dari semuanya itu, potensi sumberdaya kelautan yang besar dan beragam sebagaimana digambarkan di atas, belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena produktivitas usaha perikanan yang rendah. Selain itu produktivitas yang rendah akan menyebabkan rendahnya pendapatan, dan pendapatan yang rendah akan menyebabkan kemiskinan nelayan. Persoalan kemiskinan nelayan inilah yang menjadi penyebab dari ketidakmampuan nelayan untuk meningkatkan kualitasnya, sehingga inovasi teknologi dan transfer pengetahuan tidak terjadi.
  5. Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM perikanan yang rendah, Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) telah menetapkan program peningkatan kualitas SDM di bidang kelautan dan perikanan baik melalui pendidikan formal maupun non formal sebagai berikut:
    • Mengembangkan pendidikan tinggi perikanan yang setara dengan bangsa lain;
    • Mengembangkan pendidikan kejuruan perikanan sesuai dengan kebutuhan pembangunan perikanan;
    • Mengembangkan pelatihan dan penyuluhan untuk meningkatkan profesionalisme sumberdaya manusia perikanan;
    • Mengembangkan dan memberdayakan masyarakat nelayan, pembudidaya ikan dan perikanan Industri.
  6. Sejalan dengan program DKP dalam upaya meningkatkan kualitas SDM perikanan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional, juga telah menetapkan kebijakan pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia ke depan yang akan diarahkan pada tiga isu utama, yakni peningkatan daya saing bangsa (nation’s competitiveness), otonomi (authonomy) pengelolaan pendidikan, dan peningkatan kesehatan organisasi (organizational health) penyelenggara pendidikan tinggi. Kebijakan Dikti ini tertuang dalam Strategi Jangka Panjang Pendidikan Tinggi 2003-2010 (Higher Eduaction Long Term Strategy, HELTS 2003-2010).
  7. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran dengan berbekal pengalaman mengelola Jurusan Perikanan selama 45 tahun (1965-2010) diharapkan mampu untuk dapat menghasilkan lulusan (Sarjana Perikanan dan Kelautan) yang berkualitas, baik untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di sektor kelautan dan perikanan, maupun SDM yang mampu menghadapi persaingan global.