Dua mahasiswa FPIK yaitu Agni Nur Amalia (Perikanan) dan Asep Maulana Ishak (Ilmu Kelautan) telah berhasil mengembangkan plester anti luka bersama dengan tiga mahasiswa Farmasi yaitu Dede Jihan Oktaviani (ketua) , Shella Widiyastuti,  dan Dian Amalia Maharani dari Fakultas Farmasi.  Plester tersebut berbahan makroalga Turbinaria ornata yang mampu menutup luka dua kali lebih cepat dibandingkan dengan plester komersil lainnya.

Produk ini diberi nama Plesetan (Plester penutup luka Turbinaria ornata). Plesetan merupakan produk yang dilombakan dalam PKM-K yang diadakan oleh Ditjenbelmawa Kemenristekdikti yang berhasil lolos didanai dan berhasil lolos ke Pimnas 32 yang sudah diselenggarakan di Universitas Udayana, Bali pada tanggal 27-31 Agustus 2019.

Plesetan mengandung bahan aktif neophytadiene dari ekstraksi makroalga Turbinaria ornata yang memiliki aktivitas penutup luka. T. ornata tergolong kedalam jenjs alga cokelat.  T. ornata yang dimanfaatkan dalam pembuatan plester ini berasal dari Pantai Santolo dan Pantai Sayang Heulang, Pameungpeuk, Garut.  Plesetan juga sudah di uji aktivitasnya dan hasilnya Plesetan mampu dua kali lebih cepat dalam menutup luka.

Sebelum penyelenggaraan Pimnas 32, produk Plesetan sudah dikenal oleh komunitas kesehatan seperti tenaga medis dan apoteker.  Produk Plesetan juga sudah dijual ke beberapa daerah di Jawa Barat seperti Bandung, Sumedang, Purwakarta, Majalengka, Cirebon, dan Sukabumi serta keluar Jawa Barat seperti Yogyakarta, Padang, Pekanbaru,  dan Manado. Setelah penyelenggaraan Pimnas 32 ini, Plesetan akan tetap dikembangkan karena memiliki potensi secara luas dalam dunia medis dan dunia budidaya perikanan serta memiliki prosfek pemberdayaan dan membantu perekonomian masyarakat terutama dalam budidaya makroalga.