Bale Sawala, Universitas Padjadjaran, Senin, 19 Februari 2018 Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK Unpad) menggelar Kuliah Umum bagi civitas akademika FPIK Unpad. Acara ini dilaksanakan sebagai kuliah pembuka bagi mahasiswa FPIK dalam mengembangkan perspektif hari ini dan jangka panjang. Pada acara ini pula dikukuhkan pengurus Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI ) cabang Jawa Barat. Sebagai pembicara kunci adalah Dr. Ir. Gellwyn Yusuf, M.Sc, Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas sekaligus ketua ISPIKANI. Dr. Gellwyn Yusuf menekankan pentingnya gambaran besar peran Sumberdaya Perikanan dan Kelautan sebagai modal pembangunan masa depan (The Future of Fisheries and Marine Resource Development). Karena Perikanan dan Kelautan merupakan kunci pembangunan berkelanjutan, dalam diktum pembangunan berkelanjutan masuk dalam SDG nomor 14 yaitu kehidupan di bawah air (Challenges In Implementing of SDG 14 Life Below Water).

Pengukuhan Pengurus Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (ISPIKANI ) cabang Jawa Barat

Pembangunan perikanan berkelanjutan (sustainable Fisheries) sebagai aktivitas perikanan yang dilakukan sedemikian rupa sehingga dapat berlangsung terus menerus pada tingkat yang wajar dengan mempertimbangkan kesehatan ekologi, meminimalkan efek samping yang mengganggu keanekaragaman, struktur, dan fungsi ekosistem, serta dikelola dan dioperasikan secara adil dan bertanggung jawab, sesuai dengan hukum dan peraturan lokal, nasional dan internasional untuk memenuhi kebutuhan generasi sekarang dan generasi masa depan.

Pada dasarnya pembangunan berkelanjutan, termasuk bidang perikanan, mencakup tiga aspek utama, yaitu: ekologi, ekonomi, dan sosial. Tanpa keberlanjutan ekologi, misalnya penggunaan teknologi yang merusak atau tidak ramah lingkungan, akan menyebabkan menurunnya sumber daya ikan bahkan juga bisa punah, sehingga akibatnya kegiatan ekonomi perikanan akan terhenti dan tentu akan berdampak pula pada kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat yang terlibat kegiatan perikanan. Kemudian, tanpa keberlanjutan ekonomi, misalnya rendahnya harga ikan yang tidak sesuai dengan biaya operasional, maka akan menimbulkan eksploitasi besar-besaran untuk dapat menutup biaya produksi yang dapat merusak kehidupan ekologi perikanan. Begitu pula tanpa keberlanjutan kehidupan sosial para stakeholder perikanan maka proses pemanfaatan perikanan dan kegiatan ekonominya akan menimbulkan berbagai konflik sosial di masyarakat penggunanya.

Selain Dr. Gellwyn Yusuf, pembicara lainnya adalah Herry Putranto (Ketua Asosiasi MiGAS Nasional), Sabam Hutajulu, Ph.D (CEO PT.Jardin Loyd Thompson) dan Andi J. Sunadim (Presdir PT Gani Artha Dwi Tunggal). Tiga pembicara ini berkolaborasi membicarakan bagaimana laut memberikan peluang besar bagi karir dan usaha yang akan didapatkan oleh lulusan FPIK hari ini dan dikemudian hari.

Laporan dari Achmad Rizal/zm

Para narasumber: Dr. Ir. Gellwyn Yusuf, M.Sc (kiri atas), Herry Putranto (kanan atas), Andi J. Sunadim (kiri bawah), Sabam Hutajulu, Ph.D (kanan bawah)