Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI), Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), dan United States Soybean Export Council (USSEC) menggelar workshop yang bertajuk “Pengembangan Akuakultur Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan di Waduk dan Danau” pada Jumat, 26 Juli 2019.

Acara yang diadakan di Ruang Serba Guna Universitas Padjadjaran Kampus Dipati Ukur ini dihadiri oleh berbagai kalangan yaitu Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Satuan Tugas Citarum Harum, Dosen FPIK Unpad, dan berbagai tamu undangan lainnya.

Dr. Yudi Nurul Ihsan selaku dekan FPIK Unpad memberikan sambutan untuk membuka acara workshop ini. Dalam sambutan tersebut, beliau menyampaikan harapan bahwa Keramba Jaring Apung dapat dijadikan proyek wisata yang dikelola oleh masyarakat lokal. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Ahmad Sarmidi selaku perwakilan dari Satuan Tugas Citarum Harum. Beliau berharap Baku Mutu Kualitas Air di Citarum dapat menjadi lebih baik.

Acara kemudian berlangsung dalam dua sesi yaitu pemaparan materi dan diskusi. Sesi pertama dimoderatori oleh Dr. Rita Rostika dan diisi dengan penyampaian materi dari empat narasumber yaitu Dr. Deni Deden Indrajaya, Ir. Arik Wibowo, Prof. Endi Kartamiharja, Pamudi dari USSEC, dan Andi J Sunadim dari Aquatec.

Andi J Sunadim memaparkan bahwa aquatec telah mengembangan Keramba Jaring Apung Zero Waste sebagai salah satu cara untuk menjawab permasalahan yang terjadi di perairan umum. Keramba Jaring Apung Zero Waste tersebut memiliki jaring ganda untuk polikultur. Dengan keramba ini, sisa pakan dari populasi ikan yang ada di jaring atas akan terpakai oleh ikan yang ada di jaring bawah. Dengan begitu akan mengurangi sisa pakan yang terbuang ke badan air.

Sesi kedua dipimpin oleh M. Husen dan berlangsung dengan sangat baik. Kesimpulan dari diskusi pada sesi itu adalah semua pihak sepakat bahwa Keramba Jaring Apung masih diperlukan oleh masyarakat. Namun, teknologi dan teknik budidaya ramah lingkungan diperlukan untuk mengurangi dan mengatasi pencemaran di waduk dan danau.

Acara ini diakhiri dengan pembagian sertifikat dan foto bersama. Dengan adanya acara ini, semoga dapat memantik semangat para pembudidaya, pengusaha, akademisi, dan pemerintah untuk bekerja sama dalam mengatasi permasalah di waduk dan danau.