Pada hari Senin, 4 Juni 2018, bertempat di Kantor Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Tim Peneliti dari Departemen Kelautan Universitas Padjadjaran melakukan pertemuan dengan staff dan kepala BKKPN.

Pertemuan ini dalam rangka silaturahmi dan membahas  kegiatan yang berkaitan dengan sampah laut di Taman Nasional Perairan-Laut Sawu. Tim Peneliti dari UNPAD yang dipimpin oleh Noir P. Purba memaparkan agenda rencana kegiatan di Laut Sawu. Turut hadir dalam pertemuan ini adalah kepala Balai Ir. Ikram N. Sangaji, M.Si dan staff BKKPN Kupang. Pertemuan berlangsung dalam suasana yang kondusif dan menghasilkan beberapa masukan untuk kegiatan ini. Bapak Ikram mengatakan bahwa Kota Kupang dan sekitarnya merupakan salah satu wilayah yang harus dijaga perairannya dikarenakan sangat berpengaruh terhadap TNP-Laut Kupang.

Tim peneliti yang terdiri dari Ibnu Faizal, Kattia Setiyani, Dannisa I. W. Handyman, Tombus Lucas A., Yohannes T., dan  Mikhael F. Tefa. Noir P. Purba mengatakan bahwa penelitian ini sangat penting untuk TNP-Laut Kupang karena berbatasan dengan negara lain (transborder issue) dan juga untuk menjaga kawasan konservasi.

Tim UNPAD bersama dengan tim BKKPN setelah melakukan pemaparan rencana penelitan

Pada kesempatan ini tim dari UNPAD menyerahkan poster yang berisi konten  mengenai sampah laut sebagai himbauan melalui media untuk menjaga kebersihan Laut Sawu.Selain itu, tim peneliti menyerahkan dua buku hasil produk dosen Unpad.

Dari kiri ke kanan: Noir P. Purba, Kepala BKKPN, dan Kepala Seksi BKKPN

Penelitian akan dilaksanakan selama 2 tahun (2018-2019).Pada tahun 2018 merupakan tahap pengambilan data. Adapun parameter yang diambil meliputi makro-debris dan mikro-debris yang berada di ekosistem mangrove, lamun, terumbu karang, dan kolom air.. Penelitian ini akan berlangsung selama 10 hari di wilayah Kupang dan Pulau Rote.

Kemudian tahap berikutnya pada tahun 2019 merupakan pengambilan kesimpulan mengenai penanggulangan sampah laut, kemudian akan dilakukan sosialisasi berupa FGD (Focus Group Discussion). Adapun output yang akan dihasilkan berupa buku, jurnal, dan naskah akademik yang diharapkan akan menambah wawasan masyarakat mengenai permasalahan sampah laut. Penelitian ini melibatkan beberapa instansi, yaitu LIPI, KKP, Mantawatch, Universitas  Padjajaran, Divers Clean Action, Indonesian Waste Program. Penelitian ini juga diharapkan mampu menghasilkan data yang dapat dijadikan  rekomendasi bagi beberapa pihak yang berkecimpung di bidang konservasi laut