Kamis 11 Oktober 2018, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjajaran telah melakasanakan kegiatan Seminar Nasional Perikanan dan Kelautan. Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis Fakultas yang ke-13. Kegiatan seminar tersebut diikuti oleh 112 pemakalah dari berbagai universitas di Indonesia. Pada seminar kali ini mengusung tema “Isu dan Tantangan Perikanan dan Kelautan Saat ini”.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Dr. Arry Bainus, MA. Pada pidato pembukaan beliau mengulas mengenai Pola Ilmiah Pokok  “PIP” Universitas Padjadjaran yaitu “Bina Mulia Hukum dan Lingkungan Hidup dalam Pembangunan Nasional”, dimana sejalan dengan PIP tersebut Unpad melalui salah satu putra terbaiknya Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, telah berkontribusi dalam terbentuknya United Nation Convention on the Law of The Sea 1982 (UNCLOS 1982). Kemudian hal lain yang disampaikan dalam pidato pembukaan adalah harapan kedepan riset-riset di bidang perikanan kelautan akan lebih ke arah topik makro seperti permasalahan kedaulatan (souvereignty) kelautan kemudian isu lingkungan hidup lainnya seperti permasalahan sampah laut (marine debris), dimana untuk menjawab isu-isu makro tersebut dibutuhkan riset yang sifat nya multi disiplin.

Kegiatan seminar tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, M.Sc. Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi tersebut hadir sebagai Keynote Speaker. Pada paparan materinya beliau mengusung tema “Kebijakan Riset Perikanan dan kelautan dalam Mendukung Daya Saing Nasional”. Di awal paparannya beliau mengatakan pada tahun 2017 peringkat Global Competitveness Index (GCI) Indonesia berada pada posisi 36 dari 148 negara. Angka tersebut sudah cukup menggembirakan, akan tetapi ada 2 komponen didalam GCI tersebut dimana Indonesia masih tertinggal yaitu ; bidang pendidikan tinggi dan bidang inovasi. Melihat permasalahan tersebut pemerintah telah menentukan RIRN (Rencana Induk Riset Nasional) dimana salah satu point dalam RIRN tersebut adalah Bidang Kemaritiman yang didalam terdapat 10 topik penelitian. sehingga diharapkan dengan keleluasaan kebijakan tersebut diharakan sektor kemaritiman kedepannya akan semakin memberikan kontribusi dalam pembangunan nasional.

Dipandu oleh moderator Dr. Sunarto, S.Pi., M.Si. seminar tersebut menghadirkan beberapa pembicara. Pembicara pertama adalah Dr. I. Nyoman Radiarta, M.Sc. selaku Kepala Balai Riset dan Observasi Laut Kementrian Kelautan dan Perikanan, dalam paparan materinya beliau menjelaskan mengenai Sistem Prediksi Kelautan dalam Mendukung Implementasi National Oceanographic Data Centre (NODC). Data yang dihasilkan dalam NODC tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah dalam mengurangi Ilegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing. Kemudian dari data NODC tersebut juga dapat menghasilkan Peta Prakiraan Daerah Penangkapan Ikan (PPDI) yang rencanan akan diintegrasikan kedalam sistem operasi Android. Pembicara kedua yaitu Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Barat  Bapak Ir. H. Djafar Ismail, MM. dalam paparannya beliau mengenai Kebijakan dan Strategi Pembangunan Kelautan dan Perikanan dalam Mendukung Kedaulatan Pangan. Pembicara terakhir yaitu Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Padjadjaran Bapak . Dr. sc. Agr. Yudi N Ihsan, S.Pi., M.Si. dalam materinya beliau menjelaskan mengenai Peningkatan Daya Saing Nelayan Kecil di Indonesia. Pada awal paparannya beliau menjelaskan mengenai kondisi masyarakat pesisir dimana 30% nya berada pada kondisi di bawah garis kemiskinan. Hal tersebut berbanding terbalik dengan jumlah produksi perikanan nasional yang terus meningkat. Di akhir paparannya beliau menyimpulkan bahwa kebijakan peningkatan daya saing nelayan harus memperhatikan 3 hal yaitu ; Kontribusi ekonomi yang dihasilkan harus berkelanjutan, distribusi sumberdaya yang ada harus adil, kemudian yang terakhir harus memperhatikan keberlanjutan ekosistem yang ada. (Wahyuniar Pamungkas)