Penelitian dosen harus mempunyai dampak ke masyarakat. Untuk itu, agar berdayaguna, diperlukan hilirisasi produk/penelitian yang dilakukan di universitas. Sebagai bagian dari penta helix bersama industri, peneliti diwajibkan dan diarahkan agar penelitian yang dilakukan dapat sesegera mungkin diaplikasikan. Untuk itu, sebagai salah satu bagian dari hilirisasi penelitian, pada tanggal 11 April 2018 bertempat di Dekanat FPIK Unpad, PT. Robomarine Indonesia (RMI) menandatangani MoU dengan FPIK untuk bidang teknologi kelautan dan tridarma perguruan tinggi. MoU ini kemudian diikuti dengan penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) untuk pembuatan alat RHEA, yang merupakan instrumen observasi kelautan dengan Laboratorium Ilmu Kelautan.

Pihak FPIK yang dihadiri oleh pimpinan fakultas dan dari pihak RMI yakni Nico prayogo, S.T., M.T. selaku direktur dan staff RMI yakni Tutut Prasetyo, S.T., M.T. dan Putri Anggraeni Agustin, hadir dalam penandatanganan tersebut. Dekan FPIK yakni Dr.sc. Yudi Nurul Ihsan, menyatakan bahwa dengan adanya kerjasama ini, peluang untuk membuat produk untuk bidang perikanan dan kelautan semakin terarah dan jelas. Kerjasama ini mutlak diperlukan, dikarenakan akan semakin menguatkan teknologi terutama di bidang perikanan dan kelautan. Selanjutnya, direktur RMI, Nico Prayogo menyatakan hal yang sama, bahwa PT. RMI yang bergerak dalam teknologi bawah air, mempunyai visi bahwa teknologi bawah air Indonesia sudah semakin maju dan diharapkan semua teknologi kelautan merupakan buatan lokal.

PKS antara PT. RMI dengan FPIK Unpad ditindaklanjuti dengan mengadakan kerjasama pembuatan alat observasi kelautan untuk pengukuran real time dengan konsep lagrangian. Momentum ini diharapkan dapat membangun pusat data observasi di Indonesia “Indonesia Array Observation”. Kerjasama ini dieksekusi pada Laboratorium Ilmu Kelautan. Noir P. Purba selaku pengelola laboratorium, menyatakan kerjasama ini akan memakan waktu 1 tahun dan diharapkan dapat diteruskan dengan kegiatan kerjasama proyek yang lainnya. Penelitian RHEA ini sendiri didanai dari hibah internal Universitas Padjadjaran dengan peneliti Alexander M.A Khan, Ankiq Taofiqurohman, Ibnu Faizal, dan Putri Gita. Setelah penandatanganan, tim RMI mengunjungi laboratorium riset Ilmu kelautan (MEAL: Marine Research Laboratory) untuk berdiskusi terkait pengembangan alat.