Home / Publikasi Ilmiah / Efektivitas Ekstrak Biji Rambutan Dalam Mengobati Benih Ikan Mas Yang Terinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila

Efektivitas Ekstrak Biji Rambutan Dalam Mengobati Benih Ikan Mas Yang Terinfeksi Bakteri Aeromonas hydrophila

Jurnal Perikanan dan Kelautan Vol. VIII No.1/ Juni 2017

Ramdhani Cahya Pratama, Rosidah, Sriati

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis konsentrasi ekstrak biji rambutan yang efektif dalam mengobati benih ikan mas yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila sehingga menghasilkan tingkat kelangsungan hidup tertinggi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret 2017 di Laboratorium Bioteknologi dan Laboratorium Akuakultur Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Padjadjaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah perendaman benih ikan mas yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila dalam larutan ekstrak biji rambutan dengan konsentrasi A (0 ppm), B (1000 ppm), C (1250 ppm), D (1500 ppm) dan E (1750 ppm). Parameter yang diamati yaitu gejala klinis ikan meliputi kerusakan organ tubuh dan perubahan tingkah laku ikan, kelangsungan hidup benih ikan mas dan kualitas air. Hasil pengamatan setelah 12 jam benih ikan mas yang diinfeksikan bakteri Aeromonas hydrophila menunjukkan gejala klinis berupa bercak merah, peradangan (inflamasi), perut buncit dan mata menonjol. Kelangsungan hidup benih ikan mas yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila setelah dilakukan pengobatan melalui perendaman dengan ekstrak biji rambutan selama 24 jam dan dipelihara selama 14 hari pada perlakuan A (0 ppm) dan B (1000 ppm) mengalami kematian total sedangkan perlakuan C (1250 ppm), D (1500 ppm) dan E (1750 ppm) menunjukkan kelangsungan hidup masing-masing sebesar 13,33%, 6,67% dan 6,67%. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan ekstrak biji rambutan pada konsentrasi 1000-1750 ppm tidak efektif untuk mengobati benih ikan mas yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila.

Link : http://jurnal.unpad.ac.id/jpk/article/view/13899